Romantika Yusuf A'laihiSalaam
9:44 AM | Author: Ibnu Siddique

Bismillahirrahmanirrahim.


Namanya Ra’il binti Ra’ayil atau Ra’el binti Ra’ael. Nama ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thabari dan Ibnu Abi Hatim dari Muhammad bin Ishaq. Sementara namanya yang lain bersumber dari riwayat Abu Asy Syaikh dari Syu’aib Al Juba’i.Kebanyakan dari kita lebih memaklumi dan maa’ruf akan namanya sebagai Zulaikha.Sedangkan kebanyakan ulama’ yang berhati-hati lebih suka menyebutnya seperti yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an: Imra’atul Aziz.Maka, izinkan saya kali ini menggunakan nama menurut versi Quran itu, Imra’atul Aziz.


Imraatul Aziz…Seorang wanita yang sangat cantik dan merupakan ibu angkat dari Yusuf muda. Ia adalah seorang isteri Menteri Kewangan di negara Mesir kala itu. Seorang istri yang kesepian karena bersuamikan seorang lelaki yang mandul yang tidak pernah menggaulinya. Tidak pernah memberikan haknya sebagai seorang istri berupa keperluan biologi. Kebutuhan rohani untuk meredam gejolak syahwatnya.Anda boleh membayangkan,betapa tersiksanya bathin jelitawan muda ini.

Maka, mendapati seorang pemuda berwajah tampan yang ketampanannya merupakan ketampanan setengah lelaki di bumi, Imraatul Aziz pun tergetar hatinya. Interaksi yang kerap di dalam rumah dengan lawan jenis,tanpa sedar terus memunculkan syaitan di dalam dirinya. Mulailah timbul benih ketertarikan di dalam diri Imraatul Aziz terhadap Yusuf yang tampan. Padahal suaminya telah berpesan agar ia menjaganya sebagai seorang putra.


Imraatul Aziz yang dibakar nafsu menyusun rencana keji kepada Yusuf muda. Ia pun menutup pintu-pintu di dalam rumahnya hingga hanya menyisakan dirinya dan Yusuf berdua. Tidak ada yang melihat mereka kecuali Allah. Seorang perempuan cantik dan lelaki tampan di dalam sebuah ruang tertutup. Syaitan semakin membakar birahi wanita muda itu.


“Wa qalaat haitaa lak…
Marilah ke mari, aku bersedia untukmu". !” ajak Imraatul Aziz kepada Yusuf (Yusuf: 23)


Beginilah yang di rakamkan Al-quran.Ajakan yang bukan sekadar memanggil untuk mendekat.Namun, ‘haita lak’ merupakan nada panggilan manja penuh berahi,yang lazim di lafazkan oleh wanita Arab kepada suami mereka,untuk mengajak bersama.Dalam konteks ini,kita melihat betapa Imraatul Aziz itu,begitu berahi memberi isyarat kepada Yusuf untuk melakukan perbuatan keji, persetubuhan, perzinaan. Ini merupakan puncak keganasan syaitan di dalam diri Imraatul Aziz. Selama ini pun ia telah berusaha untuk menundukkan Yusuf agar mau menjamahnya. Ia menggunakan ajakan dan rayuan yang halus. Namun, hari ini ia menggunakan cara yang kasar dan terang-terangan agar Yusuf mau menjadi budak nafsunya. Yusuf pun menolak dengan menjawab "Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu) sesungguhnya Tuhanku telah memeliharaku dengan sebaik-baiknya sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya".


Di sini Imraatul Aziz bermaksud untuk mengajak Yusuf untuk menjamahnya. Dan Yusuf pun sebagai seorang lelaki muda sempat terbesit dalam pikirannya untuk menerima ajakan syaitan berwujud perempuan manis di depannya itu


“Sesungguhnya,” kata Allah dalam Surat Yusuf ayat 24, “Perempuan itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan perempuan itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya…”


“Nafsunya (Yusuf),” kata Az Zamakhsyari dalam Tafsir Al Kasysyaf, “Juga mempunyai kecenderungan dan memiliki ketertarikan kepadanya sebagai hasrat orang muda yang mirip dengan kemahuan dan keinginan terhadapnya, sebagaimana hal ini adakalanya tergambar dalam kondisi dimana yang bersangkutan hilang akalnya.”


“Akan tetapi,” lanjutnya menjelaskan, “Yusuf mematahkan dan menolak hal ini dengan melihat keterangan Tuhannya yang ditetapkan terhadap orang-orang mukallaf, bahwa mereka diwajibkan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan. Kalau bukan karena kecenderungan yang kuat yang disebut dengan hamm (kehendak), niscaya yang bersangkutan tidak akan dipuji oleh Allah ketika menjauhinya.”


Kita berhenti sejenak dari kisah ini.Mari kita meneguk keindahan pesan Ilaahi yang bisa kita perolehi dari kisah inspiratif ini.Pesan buat diri saya,dan kita semua.


Pertamanya,kita belajar dari Imraatul Aziz.Betapa,dalam kondisi syahwat sebegitu,dia masih mempunyai rasa malu tika di kuasai nafsu untuk berbuat dosa.Sehinggakan,ada tafsir yang menyebut bahawa,lantaran masih ada sikap malu wanita ini saat di puncak gejolak nafsunya,maka Allah tidak merakamkan namanya secara langsung dalam Quran.Seperti inilah,kita belajar dari mafhum sabda Baginda Nabi,bahawa tatkala kita menutup aib seorang Muslim,atau masih punya rasa malu tika melakukan dosa-dosa,tanpa punya rasa bangga sezarah pun akan dosa-dosa itu,kelak Allah SWT kan menutupi segala aib kita.Sungguh,Dialah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


Di sinilah pesan penting kepada kita.Betapa jauhnya para remaja kita dari petunjuk Ilaahi.Para remaja yang begitu bangga merakamkan adegan ghairah mereka,kemudian meng’upload’nya pada facebook.Adik-adik remaja perempuan yang memaparkan gambar-gambar dengan posing yang begitu mengujakan nafsu dan menguji iman para lelaki.Tanpa sedar,gambar itu menjadi ajakan zina yang semakin mendekati nada waqaalat haita lak..

Wahai para wanita,pagarilah dirimu dengan sifat malu.Usahlah terus menggoda iman dan mengujakan nafsu para lelaki dengan gambar dirimu yang begitu terdedah.Sedarilah,bahawa saat nafsunya lelaki merajai diri,maka dirinya akan berubah menjadi seperti seekor serigala buas yang akan menerkam buruannya pada bila-bila masa.

Keduanya,kita belajar dari Nabi Yusuf A.S.Seorang pemuda tampan,yang menjadi igauan seluruh wanita Mesir.Betapa,beliau juga seorang lelaki yang punya kecenderungan dan ketertarikan terhadap lawan jenis.Namun,Subhanallah,lantaran kekuatan Iman yang tertancap dalam hatinya,sedang dalam keadaan penuh godaan itu,lantas beliau mengucapkan“maa’za Allah..Aku berlindung dan berpegang pada pada Allah”. Subhnallah..jiwa yang terus saja tersentak untuk mengingati Allah,saat di puncak godaan..Ia adalah hasil dari didikan ruhiyah yang berterusan,yang melahirkan sentakan-sentakan iman.


Kita telusuri kisah Yusuf AS sejak dari kecil.Beliau adalah seorang anaknya Nabi Yaaqub AS.Seorang anak yang membesar dengan didikan iman sejak kecil. Dari sinilah kita belajar.Bagaimana berleluasanya masalah sosial hari ini,adalah punca utamanya kerna kurangnya didikan-didikan Iman sejak kecil pada jiwa generasi kini.Para ibu-bapa yang begitu tersibukkan untuk memenuhi kebutuhan materi,sehingga tanpa sedar meninggalkan lompong yang sangat besar pada sisi ruhani anak-anak.Sehingga anak-anak itu membesar,tanpa keImanan pada Allah yang menancap dalam hati.Anak-anak kecil ini,di sajikan dengan program hiburan melampau.Di pertontonkan adegan tari menari,adegan romantis di televisyen,membaca novel-novel cinta remaja.Di perdengarkan dengan lagu-lagu yang memuja dan memuji berahi,nafsu (dengarkan saja lagu Justin Bieber,dll).Sehingga,potensi fitrah yang di bekali Allah sejak lahirnya,kian tercemari dan ternodai.Sehingga,tatkala datangnya kepada mereka dengan godaan-godaan yang begitu banyak, terdedahnya mereka dengan pergaulan bebas di luar dan secara online.Lantaran,tiada didikan iman sejak kecil,hatinya langsung tidak melahirkan sentakan-sentakan iman.Perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat itu pun di lakukakan tanpa ada rasa segan,lalu perlahan-lahan mencampakkan diri mereka ke dalam kebinasaan.Dengaralah wahai para ibu-bapa.Lihatlah,betapa besarnya peran ibu-bapa dalam melahirkan rumah tangga yang membajai jiwa anak-anak kecil penuh fitrah dengan iman dan taqwa.Inilah rahsia kejayaan dunia akhirat.Anak-anak inilah yang kan menjadi hartamu yang paling bernilai di sisi Allah kelak.Kereta mewah,mahligai,dan wang ringgit yang di kumpul tidak akan memanfaatkan sedikit pun di hadapan Allah,melainkan mereka yang menginfaqkannya.Sebaliknya,anak-anak yang di bajai dengan iman dan taqwa sejak kecil inilah,yang akan tumbuh membesar menjadi para pemuda yang sentiasa mengucapkan “ Inni maa’dza Allah…sesungguhnya aku berlindung dan berpegang teguh pada Allah”


Ketiganya,dan terpaling penting,adalah pelajaran untuk diri saya sendiri dan para lelaki.Bayangkan keadaan Nabi Yusuf AS,dan bandingkan dengan diri kita.Beliau berada dalam sebuah bilik mewah,dengan pintu-pintu terus terkunci.Lalu,di hadapan matanya,terbaring indah seorang wanita penuh jelita,penuh menggoda.Dengan nada penuh ghairah,dan dalam bilik yang cukup rapat terkunci,tanpa seorang pun yang melihat.Namun,dengan penuh tegas,kalimah “inni maa’za Allah” itu di lafazkan. Tidak cukup dengan itu,baginda terusberpaling dan berlari dari wanita jelita yang menggodanya itu.Terus,godaan terhadap jejaka tampan ini berterusan. Dalam Quran merakamkan babak-babak ajaib ini.Ketika para perempuan itu telah memegang pisau masing-masing, Imraatul Aziz menyuruh Yusuf menampakkan diri. Semua perempuan kota itu terpana dengan sesosok manusia tampan di hadapan mereka. Bahkan mereka mengira bahwa ia adalah malaikat yang mulia (Yusuf 31). Keterpanaan mereka pada keelokan wajah pemuda Yusuf itu telah mengacaukan sensor syaraf dan koordinasi otot mereka hingga mereka masing-masing memotong jari mereka sendiri tanpa merasa kesakitan. Menurut Zaid bin Aslam, perempuan-perempuan itu tergila-gila kepada Yusuf, tidak sadar, dan kehilangan akal karena pemandangan yang mereka lihat.Lihatlah,bagaimana para wanita kota berkehendak ke atas dirinya.Sehinggakan,para wanita itu melebihkan dirinya di atas malaikat,lantaran ketampanannya.Namun,Subhanallah,hal itu tidak sedikit pun menerbitkan rasa senang atau bahagia dalam diri Baginda.Sebaliknya,lantaran rasa cintanya yang mendalam pada Allah SWT,Nabi Yusuf AS,lebih memilih penjara,dari semua godaan itu.Subhanallah..


Dia (Yusuf) berkata: “Rabbi (wahai Tuhanku)! Penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepada (melakukan)nya. Dan jika tidaklah Engkau (Allah) palingkan daripadaku tipu daya mereka, nescaya rebahlah aku kepada mereka dan jadilah aku termasuk orang yang jahil.” (Yusuf :33)


MasyaAllah.Dari Yusuf AS,kita belajar.Peristiwa yang dirakamkan Al-Quran ini kan terus berulang,dan terus berulang.Para pemuda yang merupakan warisnya Nabi Yusuf As,kan terus di datangi ujian yang sebegini juga.Dalam bilik yang terkunci,dengan paparan monitor yang sedia menanti,hanya tinggal menaip kata kunci,lantas akan muncullah ribuan,bahkan jutaan Imraatul Aziz di hadapan pupuk sepasang mata yang di kurniai Ilaahi.Saat berseorangan melayari internet dan saat menonton video,betapa begitu banyak para pemuda terus terkalahkan dek nafsu serakah yang bermaharajalela.Jiwa yang tidak terdidik dengan iman,hati yang tidak tertancap dengan Taqwa kan begitu mudah tertewaskan.Jiwa yang begitu terobsesi secara fisik pada wanita jelita di dalam ‘kotak bercahaya’ dan di luar rumahnya. Dorongan birahi dan libido yang begitu menggebu seakan telah memutus urat malunya,mematikan kewarasan akalnya.


Allahu Akbar.Di sinilah,ruh dan semangatnya Yusuf AS,harus sentiasa kita kumandangkan dan kita tanamkan dalam diri kita,jiwa para pemuda.Terus berusaha untuk mendidik diri dengan Iman dan ketaqwaan kepada Allah,agar hati dan jasad kita kan senantiasa merasakan pengawasan,pemerhatian,Rahmat,murka,dan kasih sayang Allah SWT.Agar dalam perjalanan-perjalanan hidup kita,saat kita tersasar,hati kita kan melahirkan sentakan-sentakan Iman.Sentakan-sentakan Iman yang kan meruntunkan hati dan jiwa kita yang penuh berdosa untuk merintih dan merayu ampunan dan kasih sayang pada Allah.Berteleku di sepertiga malam,bermunajat penuh harap,semoga ada ampunan buat kita,para pemuda.


Tidak cukup dengan isak tangis,bangkitlah para pemuda.Berpalinglah dari kejahiliahan dan sumber kemaksiaatan itu.Dan,terus berlarilah menuju Rahmat dan kasih sayang Allah.Usah berlengah.Kerna,pemuda yang di penuhi masa kosong,kan di hinggapi dengan potensi kemaksiatan.Beginilah,rumusnya yang di tuturkan oleh Syeikh Aidh Al-AlQarni.Saat diri kita sedang di goda,atau Iman kita yang sedang melemah,maka bangkitlah,berpaling dan berlarilah.Penuhkanlah aktiviti kita dengan amal soleh penuh keikhlasan.Kerna,keikhlasan itulah kuncinya kita untuk di selamatkan dari godaan-godaan yang mendatang.

“Demikianlah, kerana Kami (Allah) hendak selamatkan dia (Yusuf) daripada kejahatan dan kekotoran. Sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang mukhlasin (ikhlas)”. (Yusuf:24)


Dan pasti, dalam kembara untuk menuju Ilaahi..di hadapan kita kan menanti jutaan rintangan.Akan senantiasa ada ujian demi ujian dari Allah SWt. Agar, dengan ujian itu,Allah SWT inginkan melayakkan kita untuk memasuki Syurganya yang penuh kenikmatan,dan berdampingan dengan Rasulullah Sholla Allahu A’laihi Wassalam yang mulia.


Maka,saat godaan itu terus mendatang,bernuansa dari peribadi hebat Nabi Yusuf AS, jadilah para pemuda yang mengumandangkan “Robbi,berikanlah daku kekuatan untuk memenjarakan nafsuku,kerna sungguh,penjara itu lebih aku sukai,dari godaan-godaan Syaitan itu.Robbi,bantulah daku untuk memenjarakan nafsuku,kerna sungguh,jika tidak Engkau palingkan diriku dari seluruh godaan ini, nescaya rebahlah aku,dan jadilah aku termasuk orang yang jahil

………………………………………………………………………………………


Semoga ada manfaatnya.Pada Allah saya bermohon.Hanya padaNya saya berharap dan menyembah.Semoga tinta ini kan menjadi bagian dari amal soleh buat saya dan teman-teman menyebarkannya.Dan,terlebih utama.semoga kita dapat saling mendoakan,agar saya,anda,dan kita semua kan menjadi para pemuda seperti Nabi Yusuf AS.Mohon doa dari semua teman-teman.InsyaAllah.


Bersambung di serial tadabbur Yusuf 2.InsyaAllah.


Transformasi cinta : Dari berahi menuju Syariee.

Qad syaghaffaha hubba.....

|
This entry was posted on 9:44 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 comments:

On December 31, 2010 at 7:04 PM , Stupid Learner said...

kalo ada yang mau tips bagaimana meredam syahwat bisa dilihat disini

 
On October 8, 2015 at 1:09 PM , Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)