Mencintai Sejantan ‘Ali
9:16 AM | Author: Ibnu Siddique

Petikan karya Salim A Fillah dalam bukunya Jalan Cinta Para Pejuang

kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!


Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.


”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..


Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.
Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.

’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.
Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”
’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”
Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya.


Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..

Kerna Aku Cinta..
8:18 AM | Author: Ibnu Siddique
Jadikan cintaku padaMu, Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka

Karena aku tahu,
mentaatimu dalam hal yang tak kusukai
Adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala
Karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku
Jalan Cinta Para Pejuang
8:13 AM | Author: Ibnu Siddique
Julaibib, begitu dia biasa dipanggil. Kata ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya; kerdil. Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat sosial yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan fisik dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar. Pendek. Bunguk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk diantara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”

Demikianlah Julaibib.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhluq pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi saw. “Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”

“Siapakah orangnya Ya Rasulullah”, kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”

Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah, “menikahkan putri kalian.”

“Betapa indahnya dan betapa barakahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh.. Ya Rasulullah,ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.”

“Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah, “ku pinang putri kalian untuk Julaibib”

“Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis

“Ya. Untuk Julaibib.”

“Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini”

“Dengan Julaibib?”, istrinya berseru, “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib”

Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”

Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.

“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis yang shalehah lalu membaca ayat ini :

“Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36)

Dan sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Doa yang indah.

***

Kita belajar dari Julaibib untuk tidak merutuki diri sendiri, untuk tidak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas.

Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihi yang kita sanggup memikulnya.

Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertakwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita.

Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak!

***

Maka benarlah doa sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar baginya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalehah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan langit mesti tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat padanya.

Saat syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan sesuatu kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya diakhir pertempuran. “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Tidak Ya Rasulullah!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, Sang Nabi bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.

“Tidak Ya Rasulullah!”. Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.

Para sahabat tersadar.

“Carilah Julaibib!”

Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputarannya menjelempan tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh. Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau saw menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas.

Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Dan Dialah yang akan menyutradarai pentas kepahlawanan para aktor ketaatan. Dan semua akan berakhir seindah surga. Surga yang telah dijanjikanNya..

dia adalah bagian dari diriku
dan aku adalah bagian dari dirinya
-Rasulullah, tentang Julaibib-


Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang tulisan Salim A. Fillah *
Seperti di tampar Baginda Rasulullah SAW
4:28 AM | Author: Ibnu Siddique
akhi sayang..

ku telusuri sebuah pesan baginda Nabi.

yang membuat jangtungku berdegup kencang.

hatiku kian resah.

dan..

mataku kian merah.


***

apakah hadits itu menyindir orang sepertiku akh?

seolahNya baginda Nabi sedang berbisik padaku.

dgn lembut..dgn keras..

dan aku bagai ingin membenamkan diri ke arus sungai

dan, hadits itu menamparku

menamparku..

***

hadits itu dibawakan ath thabrani dan al baihaqi

“akan datang di hari kiamat”, kata sang nabi

“satu kaum yang membawa kebaikan seakbar gunung uhud

lalu Allah jadikan semua itu, bagai debu beterbangan”

***

sahabat sang rasul bertanya takjub, “apakah mereka muslim ya rasulallah?”

dan jawaban sang rasul membuat kita harus tertunduk

“mereka muslim.. yang shalat sebagaimana kalian shalat

yang puasa sebagaimana kalian berpuasa

bahkan mereka berdiri di waktu malam menghadap tuhannya..”

***

lalu mengapa?

***

“..namun mereka adalah orang-orang yang

jika bersepi..

dengan apa yang dilarang Allah

mereka melanggarnya..”

Astagfirullah..

***

enam tahun sudah berlalu

aku bertatih di jalan ini

di jalan yang menemukan seribu satu cinta

jalan yang ku teguk airnya

dan tidak pernah hilang pernah hilang rasa manisnya.

***

namun..

apakah aku sudah Taqwa?

apakah sudah ku beri seluruh jiwa,raga dan masaku di jalan ini?

argh..

tak terkira saat-saat yang berlalu sia-sia..

saat ku hanya duduk terpaku..

di balik pintu rumahku.

dan Iman itu menjadi luntur.

seperti lunturnya baju..

masakan Izrail ingin memeberi ku tangguhan waktu.

saat harus nafasku hanya bisa di kerongkongan..

***

Bantu aku ya Allah.

Agar aku bisa mentarbiyah diri.

menjadi peribadi Mukmin sejati.

yang berkilau di langit Syurgawi.

***

Akhi sayang..

Sungguh..pesan baginda Rasul ini..

mungkin untuk dirimu..

namun..

yang pasti..

ianya untuk diriku.

***

Mari kita kembali bicara.

tentang ikhlasnya hati,manisnya Taqwa,dan mulianya Syahid.
CINTA
9:24 AM | Author: Ibnu Siddique
Cinta adalah Kekuatan yang mampu,
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan,
mengubah kandang jadi taman,
mengubah penjara jadi istana,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!

“Kita ada karena CINTA, kita dibesarakan dengan CINTA, kita tumbuh bersama CINTA dan kalau bisa kita matipun didampingi oleh CINTA. CINTA dari Allah sang penguasa CINTA”.

Kembali kepada kita, apakah cinta itu berbalik membuat keburukan kepada kita atau akan menjadi kebaikan kepada kita.
Puisi by: Jalaluddin Ar-Rumi
Di deklamasikan dlm filem Ketika Cinta Bertasbih
Tika Ku baca firmanNya..daku sayang padamu akhi..
5:39 AM | Author: Ibnu Siddique
ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan

tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman


aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang

dalam dua detik, dua detik saja

aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan

itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra

dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat

meskilisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat


ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”

aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan


karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh

saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan

saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai

aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita

hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit

mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping


kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang

dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;

“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..

kecuali orang-orang yang bertaqwa”
Aku bukan tak sabar..
5:37 AM | Author: Ibnu Siddique
"Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan"

Ramadhan: Apa yang telah kami buat?
9:15 PM | Author: Ibnu Siddique

Ramadhan, apakah yang telah kami lakukan kepada kamu?

Tadi saya menghadiri Solat Jumaat di Masjid Universiti. Dr Hawari dari Kuliah Usuluddin, seorang yang pakar dalam ilmu hadith bertugas memberikan khutbah hari ini.

“7 hari telah berlalu, seminggu telah berjalan. Wahai hamb Allah, apakah yang telah kamu buat dalam Ramadhan ini?”


Ternyata, khutbah minggu ini, khutbah pertama dalam Ramadhan, adalah khutbah mengajak semua untuk bermuhasabah. Dr Hawari dengan penuh perasaan melontarkan beberapa persoalan dan memberikan nasihat.


Hari ini, saya fikir, saya sekadar berkongsi dengan kalian, apa yang saya dengar daripadanya.
Sesungguhnya, hati saya tersentuh. Moga hati kalian juga begitu rasanya.


“Allah telah memberikan kamu harta. Harta kamu adalah milik Allah SWT. Bukan kepunyaan kamu, bukan kepunyaan bapa kamu atau datuk kamu. Maka wahai hamba Allah, apakah yang kamu telah lakukan terhadap harta kamu dalam Ramadhan kamu ini?”


Kita ada duit. Yang dah bekerja ada gaji. Pelajar biasiswa ada duit biasiswa. Yang dapat belanja dari ibu bapa ada juga wang. Hanya golongan faqir dan miskin sahaja mungkin terkeluar dari seruan ini, kerna merekalah yang memerlukan sumbangan manusia yang mempunyai kelebihan wang.


Apa yang telah kita buat dengan harta kita dalam Ramadhan ini?


“Wahai hamba Allah, Allah memberikan kamu makanan. Kamu makan. Tapi adakah kamu berkongsikan makanan kamu itu dengan orang lain? Apakah yang telah kamu lakukan dengan makanan kamu pada bulan ini?”


Ya. Masa Ramadhan, kalau di Malaysia ada bazar-bazar. Ada murtabak special, ada air macam-macam warna, ada kuih macam-macam jenis. Kita beli, ayam percik, apam balik, semua kita beli. Tapi masa buka kita membazir. Makan tak habis. Perut penuh sampai tak mampu bangun solat tarawih. Apakah yang telah kita lakukan?


“Wahai hamba Allah, Allah memberikan kamu masa, dan masa itu sentiasa berlalu. Apakah yang telah kamu lakukan dengan masa kamu dalam bulan ini?”


Ya para pembaca. Masa kita dalam bulan ini, apakah yang telah kita lakukan dengannya? Kita isi dengan apa 7 hari ini? Tidur? Tidak menghubungkan kehidupan kita dengan Allah SWT? Buat benda lagha yang mengundang ghaflah(lalai)?


“Wahai hamba Allah, Allah telah memfardhukan kamu solat, maka apakah yang telah kamu lakukan terhadap solat-solat fardhu kamu? Ketahuilah bahawa Tarawih itu sunnah, sedang Isya’ dan Fajar itu adalah wajib. Apakah pantas untuk kamu mendirikan tarawih tetapi melewatkan isya’ dan mengakhirkan fajar? Ketahuilah bahawa Isya’ dan Fajr itu datang dahulu sebelum tarawih”


Ya, apa yang telah kita lakukan dengan solat-solat fardhu kita? Adakah kita menjaganya dengan lebih baik dalam bulan ini? Apakah kita menghayati setiap geraknya? Atau kita menumpukan tarawih sehingga tidak bangun subuh pada waktunya hanya dengan alasan letih?


“Ramadhan adalah bulan Al-Quran wahai hamba Allah. Wahai hamba Allah, maka apakah yang telah kamu lakukan kepada kitab RABB kamu ini? Adakah kamu mempercantikkan bacaan kamu? Adakah kamu menghayati isinya dalam kehidupan kamu?”


Bagaimana? Kita usaha untuk khatam hanya untuk tradisi atau benar-benar berhajat memahami? Apakah yang telah kita lakukan terhadap Al-Quran dalam bulan ini wahai pembaca?


“Sedekah wahai hamba Allah. Apakah yang telah kamu lakukan dengan sedekah? Apakah kamu memberi perhatian kepadanya pada bulan ini?”


Berapa banyak sedekah kita itu tidak penting. Pokoknya, apakah kita bersedekah? Adakah kita berusaha untuk bersedekah dalam bulan ini?


“7 hari telah berlalu, seminggu telah berjalan. Wahai hamb Allah, apakah yang telah kamu buat dalam Ramadhan ini?”


Jawab soalan itu dengan hati kita. Muhasabah 7 hari kita dalam bulan yang mulia ini. Apakah yang telah kita buat? Dengan apa bulan ini telah kita isi?


Ada 23 hari lagi. Jangan itu pula yang kita ulang-ulang, sebagai penenang hati kononnya esok masih ada untuk mengisi kantung pahala diri. Siapa berani menjawab dengan yakin esok akan menjadi miliknya lagi?


Wahai pembaca, Allah menghadiahkan kita Ramadhan. Ini adalah hadiah.
Bagaimana kita melayan hadiah kasih sayang ini?

Silap haribulan, dalam bulan yang mulia ini, kita masih bermaksiat lagi, ingkar lagi kepada-Nya.
Apa yang telah kita buat wahai pembaca? Wahai hamba Allah?
Apa yang telah kita buat?


“Wahai hamba Allah, Ramadhan adalah bulan perubahan. Perubahan buruk kepada baik. Baik kepada yang lebih baik. Agar kita mampu menjadi hamba Allah yang terbaik selepas Ramadhan ini pergi. Hadiah Ramadhan adalah taqwa, dan dengan taqwalah kita berbekal sepanjang 11 bulan yang lain”


Maka apakah kita telah berubah wahai pembaca? Atau memilih untuk buat tidak tahu sahaja?

“Barangsiapa yang meninggalkan Ramadhan, tetapi dia masih tidak diampunkan, maka dia akan dijauhkan daripada Allah. Katakanlah amin” Itu ajuan Jibril, dan Rasul kita telah menyahutnya dengan amin…


Apa yang telah kita buat wahai pembaca?
Mari kita duduk sebentar, melihat jiwea, perbaiki hati, koreksi diri.


http://ms.langitilahi.com/edisi-ramadhan-apa-yang-telah-kamu-buat/#more-1512

CINTA
1:51 AM | Author: Ibnu Siddique
"Bahwa cinta adlh prsoalan berusaha untuk mncintai. Bahwa cinta bknlah gejolak hati yg dtg sendiri melihat paras ayu atau janggut rapi. Bahwa sbgmana cinta kpd Allah yg tak serta merta mengisi hati kita. Karena cinta memang harus diupayakan. Karena cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja jiwa & raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yg ku-maksud agar kau temukan cinta yg kau-maksudkan. Karena cinta adlh kata kerja. Cinta-mata airnya adlh niat baik dr hati yg tulus. Alirannya adlh kerja yg terus menerus."
"Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar Hanya dirimu yang mengerdil Tenanglah, semata karena Allah bersamamu Maka tugasmu hanya berikhtiar Dan di sana pahala surga menantimu"
Best Selling BooksAuthor
"Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan,Saksikan Bahawa Aku Seorang Muslim,Agar Bidadari Cemburu Padamu"
Latest books I read..n still reading=)
9:42 PM | Author: Ibnu Siddique
Assalamualaikum..Salam Ramadhan.Ramadhan Kareem=).

Alhamdulillah..Kerinduan selama setahun kian terubati..Alhamdulillah..x tergambar rasanya kegirangan di hati..bila semalam 21 August, tatkala kesedihan mengenangkan tragedi pembakaran dan pembantaian di Masjidil Aqsa..hati kembali berbunga bila mendgrkan azan Maghrib..menandakan telah masuknya bulan Ramadhan..tanpa di sedari..mata kian basah..wajah terlampau girang.
.rasanya seperti di dakap penuh cinta oleh Sang Penganugerah Cinta..terasa harumnya aroma syurga..Subhanallah..Moga saya dapat lalui Ramadhan kali ini dgn lebih baik dari tahun lepas..

Eh..ni entry nk citer psl buku..bkn Ramadhan..lpe plak..afwan ya;)


Ok..sekadar share..mdh2an kan bermanfaat utk semua=)


Saat ini..sdg membaca 2 buku ..mohon doanya,agar saya ttp istiqamah,setiap bulan,utk habiskan 2 buku..klu tebal,2 bulan..tp,kekadang kantoi juga;).


1) Nikmatnya Pacaran Setelah Pern
ikahan oleh Salim A. Fillah..

Subhanallah..buku yg sgt menggugah jiwa..dgn gaya penulisan yg sgt bersahaja,tp penuh dgn hikmah dalam bicara..untuk memotivasikan pemuda-pemudi yg sungguh2 ingin memelihara diri daripada virus pacaran..utk mereka yang ingin kembali bertaubat setelah terjebak..untuk mereka yang ingin menjaga keberkahan pernikahan..mula dari saat taaruf, hingga ke saat berbuka penuh kejutan..

Alangkah seringnya..
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar

Kelazatan itu akan hilang
Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya
yang haram

yang tersisa hanyalah dosa dan hina

Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya

Saat berbuka

Dan Saat Allah menyapa lembut memberikan pahala


Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan pada menahan

Dan rasa nikmat itu terasa
di waktu buka yang penuh kejutan


Coba saja
Kalau Allah menghalalkan
Setitis cicipan syurga
Kan menjadi sadaqah berpahala

Salim A. Fillah

2) Muhammad SAW, Super Leader Super Manager

Buku ke2 ni pula, hasil kajian penuh sistematik dan terperinci oleh Saudara Antonio Syafiee.. Subhanallah..buku yg sgt mendalam,membicarakan segenap aspek dari sisi kehidupan Rasulullah SAW,lalu di kaitkan dgn teori2 management.leadership,entrepreneurship,democracy dan semuanya yang di pelopori dan di ajari oleh tokoh2 Barat..dan ternyata, semua teori ini telah di tunjuki oleh Rasul tercinta..kerna bagindalah teladan terbaik bagi mereka ynag menginginkan dunia dan akhirat..membca buku ini, menjadikan anda kaget..dan terdetik di hati.."Sungguh, aku x perlukan teladan yang lain, selain dari Ar-Rasul SAW.."


Ku persembahkan 2 judul buku ini..

Buat kalian, yang sdg tercari2 buku2 menarik untuk di telaah (pasti,Quran jgn di lupakan ya=)..)..

P/s: buku pertama boleh di dapatkan dari Pustaka Indonesia..berhadapan Masjid India..tingkat 2 wisma Yakin,,buku ke2 pula,ada di jual di ESQ Training..

Selamat Menikmati ya:)


Muhammad SAW Super Leader Super Manager
10:36 AM | Author: Ibnu Siddique
Bismillahirrahmanirrahim..


Assalamualaikum Wbt..Saudara-saudaraku yang di kasihi semua..

Subhanallah..Alhamdulillah..saya temukan sebuah buku yg sgt hebat..yang saya kira harus di baca oleh setiap ummat Nabi Muhammad SAW.Buku yang membuat kajian yg sgt terperinci ttg keperibadian Rasulullah SAW dari pelbagai aspek :


1)Leadership & Management

2)Self & Social Development

3) Business & entrepreneurship

4) Leader of Family & country

5) Military

6) Education

7) Hukum


Yang sgt mengujakan ttg buku ini, adalah bgmn penulis mengkaitkan seluruh teladan Rasulullah dlm kepelbagaian aspek di atas dgn perkembangn teori2 terkini yg di pelopori oleh Barat..
aku perlu mencarimu kembali
12:44 AM | Author: Ibnu Siddique
aku ingin mencarimu kembali,
sang kekasih yg pernah aku rangkul dulu,
sang kekasih yg aku amat cintai,
sang kekasih yg selalu aku rasakan kasih nya,
sang kekasih yg slalu aku gerun akan siksanya,

aku perlu mencarimu kembali,
yg kurasakan dalam setiap ciptaannya,
yg kurasakan dalam setiap langkahku,
yg kurasakan dalam dongakan ku kelangit,
yg kurasakan dalam setiap sujud lemahku,

aku perlukan cintamu kembali,
untuk aku berdiri lurus,
untuk aku menjadi lelaki,
untuk aku menjadi suami,
untuk aku menjadi dia,
yang aku idamkan slalu,

aku perlu tunduk padamu,
agar hatiku selalu kyusyuk,agar langkahku selalu tenang,
agar kata2 ku selalu berat,
agar tindakanku selalu hikmah,
dan agar kasih dan marahku selalu dalam reda.

aku perlukan lunak kalamMu,
agar lidah ku bersih,
agar kataku bernas,
agar tundukku benar,
agar hatiku takut,
agar harapku jauh.

aku rindukan aura rasulmu,
agar panduanku tidak celaru,
agar amal ku selalu sederhana,
agar cintaku pada manusia tidak melulu,
dan agar akhlakku selalu tepat.

ya allah, aku rendahkan diriku padaMu,
berilah aku ketenangan,
kedekatan dan kekuatan untuk terus mengabdi dan mencintaiMu.

Saja sharekan post ni..di petik dari blognya seorang akh,yang sgt saya cintai..Yang menunjuki dan menuntuni saya dalam jalan ini..hingga kini,saya mampu berbagi dgn lain-lainnya..Alhamdulillah..

Syukran pada akh Saufy..
http://pemburujanji.blogspot.com/
Ketika Cinta Memanggil
12:09 AM | Author: Ibnu Siddique
Ada tiada rasa dalam jiwa..
Rindu akan memanggilMu..
Karna setiap jiwa tlah bersumpah..
Setia hanyalah kepadaMu..

Bila cinta ada di dalam jiwa...
Wangi bunga dunia tanpa nestapa...
Segala yang dirasa hanyalah Dia..
Hati 'kan memuja hanya padaNya

Ketika cinta memanggil..
Gemetar tubuhku..
Ketika cinta memanggil..
Hangatnya nafasku..
Ketika cinta memanggil..
Menderu sang rindu..

Ketika cinta memanggil...
Rindu rindu rindu qalbu..
Memanggil-manggil namaMu...
Seperti terbang di langitmu..
Tenggelam di lautan cintaMu...

Bertabur qalbu yang rindu...
Melebur menjadi satu...
Bagai menari di iringi pelangi...
Ketika cinta memanggil...

Ketika Cinta Memanggil..

fikirkan kembali.tika ini,cinta mana yang kita rasakan?
sperti lagu ini yang di nyanyikan oleh 2 penyanyi yg sgt berbeda..Opick dan Siti Nurhaliza (Soundtrack filemnya Wanita Berkalong Serban)..ternyata,liriknya sama..tp, feel dari makna luahan cintanya, sgt berbeda..yg satu, feelnya pd Kholiq..satu lai..feelnya pada makhluk..simptomnya ttp sama...ketika seorang di panggil menyintai seorang wanita atau lelaki..kondisi dan simptomnya lebih kurang sama dgn kondisi dan simptom seseorang yang terpanggil mencintai Ar-Rahman..lalu..rasai dan perhatikan sedalamnya di dalam qalbu kita semua..Cinta mana yang kita terpanggil..jika kita mencintai dia..maka keluarlah..berlarilah..bebaskan diri dari mencintai dia kpd DIA..

Berlarilah...
Meraih Redha ILahi..
Bebaskan hatimu dari belenggu duniawi..
Bebas..dgn sebenar-benar bebas..
Kelak jiwamu kan terbang tinggi di langit syurgawi..
Menggapai kebahagiaan dan ketenangan abadi..

Teman..Sahabat..Saudara..
Kini..
Bulan yang penuh cinta itu kan hadir..
menyapa setiap jiwa hamba..
dgn harumnya aroma syurga..
Selamat datang wahai tetamu yang mulia..
Selamat datang wahai bulan penuh cinta..

Ramadhan yang mulia..
Ahlan Ya Ramadhan,,Ramadhan Kareem :)

SELAMAT MERAIH CINTA DI BULAN RAMADHAN =)
Pesta Ibadah Semaklin Hampir..Seronoknya:)
10:35 PM | Author: Ibnu Siddique
Assalamualaikum semua sahabat2,teman2.saudara2 Seaqidah saya:)

Xtergambar rasanya kegembiraan dan kegirangan di hati ni:)..x terasa dah hampir setahun berlalu:)..u know what?

RAMADAHAN IS COMING!!!:)

Yuk..kita siap-siagakan diri..bersedia untuk bulan yg mulia ni..klu kita ni jarang tilwah quran, mulalah sekarang..agar tibanya ramadhan nanti.kita kan memasukinya dgn penuh cinta:)

Ya..Allah..rindu rasanya Ramadhan2 yg lalu..sgt sayu bila ia habis..mohon doa semuanya ya. agar kita semua, di rezekikan Allah, untuk menikmati bulan mulia ini:).

Sekadar share..saudara-saudari semua..yg ingin merasai suasana Ramadhan yg sgt hebat , jemputlah ramai2 datang memeriahkan iktikaf di masjid UIA:)..x nak citer lebih..kena dtg bru tau..jemput dtg ya..terutamanya 10 malam akhir..pasti akan meninggalkan kenangan terindah buat saudara2 sekalian..Insyaallah:). em,jika perlukan apa2 bantuan..hubungi aja saya ya..shahrul 013-6288545:)..

"Allahumma Barikna fi Rajabi wa Sya'ban, Waballigna Ramadhan"
Bulan Rajab Kembali Menyapa
8:18 AM | Author: Ibnu Siddique
Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Rajab, hari ini, tanggal 2 Rajab, bulan dari empat bulan qomariah yang dimuliakan Allah swt. selain bulan Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Muharram.

Dinamakan bulan haram karena setiap ibadah dan ketaatan yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan kebaikan dan pahalanya, sehingga mulia disisi Allah swt. Dinamakan bulan haram juga karena di bulan ini haram hukumnya menumpahkan darah, berperang, dan melakukan kejahatan lainnya, sehingga kejahatan itu dilipatgandakan siksanya dan karenanya Allah swt. murka.

Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36)

Firman Allah swt. ini cukuplah menjadi dasar keutamaan bulan Rajab. Selain juga Sabda Rasulullah saw. yang mengisyaratkan penyambutan dini beliau terhadap tamu agung, bulan suci Ramadhan.

Dalam untaian doa, beliau mengajarkan, “Allahumma baariklanaa fii rajaba wasya’bana waballighnaa ramadhana. Yaa Allah berkahi kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa bulan Ramadhan.”

Artikel tentang bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan di situs kita tercinta ini sudah terlalu banyak, silahkan para pembaca membuka lagi, untuk mencerahkan keilmuan kita, sebagai persiapan menyambut kedatangan tamu agung, bulan Ramadhan. Allahu a’lam.

sumber: www.dakwatuna.com
Perbaharui Imanmu- Suatu Peringatan Untuk Diri
5:49 AM | Author: Ibnu Siddique

http://www.koolpoetry.com/bismillah.gif
Seseorang yang memiliki hati pasif, diam dan tiada gerakan ibadat sebenarnya sudah mati sebelum dicabut nyawanya. Kekosongan hati timbul akibat lemahnya semangat manusia untuk bangkit dan melawan keinginan hawa nafsu. Kita perlukan semangat melupakan kesedihan, bangkit dan berjuang melawan musuh yang nyata iaitu syaitan. Tiada seorang manusia yang tetap tinggi kedudukan imannya. Ada kala dia terjatuh dan tersungkur, kemudian menyesali kelalaian dan kembali bertaubat. Ini digambarkan dalam al-Quran yang bermaksud:

“Dan orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa mereka dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” - Surah Ali Imran, Ayat 135.

http://www.trevwilliams.co.uk/metips/images/cartoons/sleep.jpg

Hati menganggur, malas dan berputus asa ada ciri-ciri sebagai berikut: Berlebih-lebihan melakukan perkara mubah. Terlalu banyak berehat, santai dan mengisi kekosongan masa dengan hiburan, makanan, tidur yang panjang, bermain dan bergurau, banyak tertawa, panjang angan-angan dan semua itu berbahaya jika diteruskan dalam kegiatan seharian.

Kehidupan serba senang tanpa cabaran dan tekanan membuat manusia lupa diri dan lemah semangat bila ditimpa susah. Berhati-hati jika terus berada dalam zon selesa. Orang mu'min hendaklah sentiasa bersedia menghadapi kemungkinan paling teruk yang menghalangnya. Amirul Mu'minin Muawiyah bin Abu Sufyan RA yang hidup sebagai Khalifah paling berkuasa selama berpuluh-puluh tahun pernah berkata:

“Aku memakai pakaian daripada semua jenis kain, tetapi tidak pernah menemui sehelai pakaian terbaik setanding pakaian taqwa. Aku juga sudah merasai semua jenis makanan, tetapi tidak pernah menemui kelazatan seperti kelazatan sabar. Aku memiliki segala jenis kenikmatan, tetapi tiada kenikmatan mampu menandingi kenikmatan duduk mendekatkan diriku kepada Allah SWT.”

Anggota badannya menolak hidayah Allah SWT. Pernahkah anda berasakan suara hati anda menyuruh berbuat baik, melakukan ibadat dan meninggalkan maksiat? Sebenarnya dalam jasad manusia ada yang mempengaruhi hati dan perasaannya, adakah ia unsur malaikat atau unsur syaitan. Rasulullah SAW bersabda bermaksud:

“Tidak ada seorang pun daripada kamu melainkan dia diiringi temannya daripada bangsa jin (syaitan) dan temannya daripada malaikat. Sahabat bertanya: “Pada dirimu juga ya Rasulullah? Sabda baginda: Padaku juga begitu, tetapi Allah Ta'ala menolongku terhadapnya sehingga ia tiada menyuruhku melainkan kebaikan saja.” - Hadis riwayat Muslim.

http://adultcardiac.stanford.edu/images/heart.jpg

Hati yang suka menganggur menjadikan syaitan sebagai teman karibnya. Sementara hati yang aktif dan positif gerakannya dipengaruhi hidayah Allah SWT. Sesungguhnya hanya Allah SWT mampu menggerakkan kita berbuat baik. Hidayah-Nya saja menunjuk kita ke arah jalan selamat. Namun, ramai manusia menolak hidayah Allah SWT. Mereka lahir sebagai orang Islam, tetapi tidak mahu belajar agama Islam. Mereka dipilih Allah SWT sebagai hamba-Nya yang beriman, tetapi membiarkan dirinya kecundang oleh bisikan nafsu dan syaitan. Mengapa kita menolak hidayah Allah SWT yang berada di dalam hati kita? Allah Ta'ala berfirman bermaksud:

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat Allah. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai." - Surah Al-A'raf, ayat 179.

Biasanya masa membuat mereka bertangguh menerima hidayah Allah SWT. Sampai bila harus menunggu? Jika tulang rapuh dan mata menjadi rabun, fikiran bercelaru, mengapa menunggu kematian menjemput, padahal setiap hari hidayah Allah SWT itu turun ke hati kita. Suka bergaul dengan ahli kelab penganggur. Persekitaran mempengaruhi keperibadian kita. Jika suka duduk bersama dan mendengar perbualan ahli perniagaan berjaya atau pakar motivasi hebat, kita semestinya terpengaruh dengan kata rangsangan dan galakan untuk lebih berjaya.

Namun, jika melepak bersama orang bermentaliti lemah dan kualiti kehidupannya juga rendah, sedikit sebanyak ada pengaruh ditinggalkan dalam karakter diri kita. Lebih baik rajin di dunia dan menganggur di akhirat selama-lamanya daripada memanjangkan angan-angan di sini, namun sengsara tiada penghujungnya di akhirat.

http://ekspress.psz.utm.my/jba/spp/bola-senyum.gif
" Ujiibu Dda'wata Daai'e Idza Daa'n.."
5:34 AM | Author: Ibnu Siddique

"Ya Allah, dengan ilmuMu atas yang ghaib
dan dengan kekuasaanMu atas seluruh makhluk,

panjangkanlah hidupku apabila Engkau mengetahui
bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku.

Dan matikan aku dengan segera,
bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu agar
aku takut kepadaMu
dalam keadaan sembunyi (sepi) atau dipersaksikan (orang ramai).

Aku mohon kepadaMu,
agar dapat berpegang dengan kalimat hak
di waktu redha atau marah.

Aku minta kepadaMu,
agar aku dapat melaksanakan kesederhanaan
dalam keadaan kaya atau fakir,

aku mohon kepadaMu agar diberi nikmat
yang tidak habis dan

aku minta kepadaMu,
agar diberi penyejuk mata yang tak putus.

Aku mohon kepadaMu agar aku dapat redha
setelah qadhaMu (turun pada kehidupanku).

Aku mohon kepadaMu kehidupan
yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia.

Aku mohon kepadaMu
kenikmatan memandang wajahMu (di Surga),
rindu bertemu denganMu
tanpa penderitaan yang membahayakan
dan fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan
dan jadikanlah ia bagi kami
sebagai penunjuk jalan (lurus)
yang memperoleh bimbingan dariMu."

توفي رئيس جبهة العمل الاسلامي الداعية والنائب اللبناني السابق فتحي يكن عن عمر 76 عاما بعد صراع مع المرض.
وولد الداعية الدكتور فتحي يكن عام 1933 في مدينة طرابلس في شمال لبنان ويعتبر من اهم رجالات الحركة الاسلامية اللبنانية وفي العالم الاسلامي وهو مؤسس الحركة الاسلامية في لبنان في الخمسينات من القرن الماضي.
وكانت له مساهمة اساسية في تأصيل فكر الحركة الاسلامية في العالم العربي.

وللدكتور يكن سلسلة من المؤلفات من بينها "ماذا يعني انتمائي للاسلام" و "مشكلات الدعوة والداعية " و "ابجديات التصور الحركي للعمل الاسلامي" وقد ترجم عدد من هذه المؤلفات وغيرها الى لغات اجنبية.

وخاض الداعية يكن الانتخابات النيابية عام 1992 وفاز عن المقعد السني في طرابلس العام 1992 وهو مشارك في المؤتمرات الاسلامية العالمية.

واتسمت مواقفه داخل لبنان بالوطنية اذ كان من دعاة الوحدة وتجنيب الفتنة بين اللبنانيين وخصوصا بين قوى الاكثرية والاقلية
Sekilas kehidupan di Dimasq
2:13 AM | Author: Ibnu Siddique
Assalamualaikum.pakhabar semuanya?:). semoga semuanya sentiasa dalam lingkungan Hidayah Allah..semoga kita senantiasa terus berkomunikasi dgnNYa Al-Hayyu di balik nafas kita..amin..

By the way,rasanya saya nk sedikit berkongsi sedikit pengalaman,setelah hampir sebulan di Bumi syria.Especially, keberkahaNya. mudah2an teman2 semua juga di beri rezeki oleh Allah..untuk turut berpeluang menziarahi bumi Syam..Bumi Anbiya' ini..

Alhamdulillah, 11 Mei 2009 saya sampai ke bumi Dimasyq,sebelum tu sempat singgah di rumah sahabat sehari di Dhaka,Bangladesh. .dan kemudian di Dubai..coz,nk jimat belanja naik kapal terbang tambang murah..Air Asia, then Air Arabia..alang2 dh transit,jlnlh sekali:) Btw, bandar rayanya sgt cantik..Then,Alhamdulillah..11 Mei selamat sampai di Dimasyq..



Dgn sahabat2 di Dhaka,Bangladesh.Pemuda2 yg sgt bersemangat dgn Amal Islam.InsyaAllah, Bangladesh akan bangkit dgn mereka ini..amin..


Di Dubai..sewaktu transit selama 20 jam..apa lagi..jalanlah:). Bandaraya Dubai sgt cantik..Kalah Malaysia:).

First week,rasa mcm biasa je..kerna blum ketemu rentak nak hidup kt cni..Bahkan, nk bangun Subuh pun payah..Coz,Subuhnya jam 3.30pg..sampai, buat keputusan utk stay up smpai Subuh, then bru tdo:)..But then,Alhamdulillah. .minggu seterusnya kehidupan bertambah baik;).

Setelah 2 minggu, baru saya rasakan keberkahan di bumi Syam ni..sesuai dgn doa nabi SAW.."Ya Allah, berkahilah bumi Syam kami,dan Yaman kami.."..ternyata, berkahnya amat terasa..meskipun, di khabarkan bahawa kebelakangan 5 tahun ni, bumi Syria makin teruk (cth:5 tahun lepas, xkn jmpe wanita yg x pakai purdah..tp, skrg dh ramai juga yg pakai sexy..)...tapi. berkahnya masih terasa..

Apa yg paling membahagiakan di sini,adalah suasana majlis ilmu yg sgt hebat..bayangkan, setiap 200m ada masjid..dn kebanyakan masjid2 itu ada majlis ilmu..dan bayangkan, ramainya yg datang ke Kuliah2 di sini seperti kita Solat Jumaat di Malaysia..paling kurang 100 org.. dn yg mengajarnya semua merupakan Sheikh2 yg hebat2 belaka..Spt Sheikh Ramadhan Al-Bouti,Sheikh Wahbah Zuhaili,Sheikh Mustofa Bugho..(sekadar menyebutkan bbrp nama,yang terkenal di Malaysia)..dan setiap waktu Solat, setiap hari ada kuliah..majlis ilmu yg bertaburan.. lps Subuh,kebnyakan Masjid seusai kuliah Subuh, ada plak talaqqi Quran..(bca Quran, dan check bacaan dgn Ulama' Quran, yg kebanyakn mereka mempunya rantaian bacaan Al-Quran berSanad sampai ke Rasulullah). .masjid2 hidup dgn anak2 muda yg menghafaz dan mengaji Quran..lps Zohor plak, sekadar contoh..ada pengajian bersiri Sohih Bukhari..ramai yg datang..lbih 100 org.. Sheikhnya pun hebat..lps Magrib,lagi banyak majlis ilmu..tingal pilih je..ada pengajian Tafsir,Hadis Muslim, Sohih Bukhari, Usul Fiqh,Fiqh, Bahasa Arab..dan semua yg menajarkan merupakn Ulama'2 yg hebat..yg majlis ilmunya..wlupun kita x faham..tp,insyaalla h kan mengundang air mata..dn kebahagiaan: )..


Dgn Syeikh Mustofa Bugho..Seusai pengajian Hadis Sohih Muslim..Alhamdulillah.

Dgn Sheikh yg paling Shahrul cintai..Sheikh Naim..Subhanallah..Syarah Sohih Bukhari beliau sgt mengesankan..Alhamdulillah..

2. Rakyat di sini sgt mencintai penuntut ilmu..Selalu je.lps Kuliah, then Solat,salam dgn jemaah Solat,di tgnnya terselit wang..sebagai sedekah..biasa kt sini..rasanya total yg saya dpt adalah dalam lebuh kurang 1000Lira Suria (RM 70.00)..Juga, klu nk beli barang,kalau tuan kedai tu tahu kitat penuntut ilmu, mesti dpt diskaun..Alhamdulillah. .
Bersama dgn Syeikh Wahbah Zuhaili..Pakar Fiqh..ni selepas selesai kuliah Tafsir Wajiz..kitab terbaru karangan beliau..ptkan di pasaran ya..Tp, xde terjemah lg kt Malaysia rasanya:)

3. Di sini banyak sgt tinggalan sejarah Dunia dan Islam..antara kota tertua di dunia ialah Dimasq..di sini ada byk maqam Nabi-Nabi Allah..cth.. Nabi Ayyub, Nabi Zakaria,Nabi Yahya, Qabil,tapak kaki Rasulullah.. para Sahabat jga sgt ramai..Bilal, Abi Zar, Muawiyah,Sayyidah Fatimah,Husin. .makam Salahuddin Al-Ayyubu jga di sini..jga bnyk kota sejarah tinggalan tamadun dulu..especially, Rom dn Islam..banyaklah kt sini..kena dtg bru tau..;)

Nilah tempat paling best..paling mendamaikan sekali di Dimasq..Jami' Umawi..Best sgt dok dalam dia..Jami' ni sejak zaman Khalifah Umar..Asalnya separuhnya gereja..lalu di beli oleh Khalifah Umar,dan jadikannya masjid secara keseluruhan..gereja tu plak, di ganti oleh beliau dgn 4 gereja yg terdapat di sekitar bandar lama Dimasyq..Subhanallah..Adil kan beliau..

Di atas bukit Makam Arbain, Belakangnya permandangan Dimasyq.Atas bukit ni lah di katakan berlakunya perbun uhan Habil dan Qabil..Wallahua'lam..dan ada makam 40 orang ulama' yang lari dr pemerintahan yg zalim..


Ni makam (tpt persinggahan) kepala Saidina Hussin..Ya Allah Sedih sgt melihat kejahilan penganut Syiah..semoga Allah menghidayahi mereka..

Ni makam Sayidah Fatimah (kata diorang ..Wallhualam)..Rasa kelu,sedih..x mampu bicara..melihat kejahilan penganut Syiah..masjid yg sgt..sgt..sgtcantik,..tp, yg di agungkannya makam..ni dlm masjid..orgnya Solat di luar..lps Solat, msk masjid, cium, namgis, ambil berkat dari makam ni..
semoga Allah menghidayahi mereka..


4. Sini mmg tmpt terbaik untuk belajar Bahasa Arab..kerna Bahasa Arab perbualannya x lari banyak dr bahasa Arab baku (Bahasa Arab Quran..or rasmi)..jadi, kita bleh belajar cepat..dn org2 dia pun sgt peramah.sgt membantu..:) . Bersama penjual tamar hindi..hebat dia ni..Tamar hindi (asam jawa arab) sgt sedap di minum time musim panas ni..Alhamdulillah..
Dr kiri: Asyraf (uia), Syazwan(stay kt rmh dialah di Dimasq ni) dan Saya..

Dgn anak orang arab..comel bangat anak2 di sini:)..coomeel sgt:)..perempuan dia pun sgt lawa..cabaran utama dok di sini adalah unutk menunudukkan pndgn..Mmg mengikut kata2nya, wanita tercantik adalah di Syam..mcm betul je..Wallahualam..

Alhamdulillah.Sekadar nk berkongsi nikmat yg Allah beri..Alhamdulillah..saya doakan dan saya berharap agar teman2 semua2nya juga di beri rezeki oleh Allah nanti..dan yg paling penting, semoga kita terus berjuang..mengIslah bumi Malaysia..Kuala Lumpur..InsyaAllah, suatu hari nanti, Subuh di Malaysia kan penuh dgn pemuda-pemudi yg dtg Solat berjemaah, ngaji Quran,berdakwah dan berusaha kuat..dan bertaburan majlis ilmu..dan rakyatnya mengasihi sesama kerana Allah..

p/s: InsyaAllah, di lain kesempatan saya akan kongsikan dgn lebih lanjut pengalaman perjalanan saya dari Malaysia, ke Dhaka, Bangladesh.kemudian ke Dubai..dan Dimasyq..terakhir, Insyaallah, Turki..mohon doanya agar semuanya kan menjadi amal soleh ya:)
THE SECRET-RAHSIA MEMBINA TAMADUN
2:04 AM | Author: Ibnu Siddique

Bismillahirrahmanirrahim..

Allahhumma Sholli A'la Saidina Muhammad..Wa A'la Aalihi Wasallam

Baginda Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal itu bermula dengan niat.Dan kamu akan dapatkan setiap apa yang kamu niatkan.Maka barangsiapa yang hijrahnya adalah untuk Allah dan RasulNya,maka hijrahnya adalah untuk Allah dan RasulNya.Maka barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia,maka dia akan mendapatkannya,atau kerana wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia hijrah kepadanya”

Alhamdulillah.Segala puja dan puji hanya bagi Allah.Segala kemuliaan di muka bumi,keindahan,kehebatan, semuanya hanya milik Allah.Solawat dan Salam ke atas junjungan tercinta Rasulullah Sollallahu A’laihi Wassalam.Kurniakanlah kami rindu dan cinta padaMu Ya Allah,pada RasulMu Ya Allah,pada dakwah,melebihi cintanya seorang hamba yang menjumpai air setelah berhari2 kehausan tersesat di padang pasir.Amin Ya Rabb…

Teman-teman,Sahabat-sahabat,Saudara-Saudariku yang di cintai kerana Iman,kemuliaan ke atas kalian dari saya dgn sebaik2 salam..

Assalamualaikum WaRahmatullahi Wabarakatuh.

Semuanya,pasti sudah biasa dgn hadis di atas kan.Bagi yang mengikuti usrah,menekuni majlis ilmu,pasti dah berkali2 mendapatkan syarahnya.Alhamdulillah.

Tap kali ni,saya ingin sedikit share dgn teman2,sisi lain yang mungkin kita terlupa dalam memahami hadis ini.Dan bila kita memahaminya,percayalah,bahawa kita akan mendapatkan rahsia kehebatannya.‘The Secret’.


THE SECRET



Pernah dengar tntg bestseller book written by Rhonde Bryen tajuknya The Secret. Buku ini sgt berpengaruf di dunia Barat,sehingga di imani dan di tekuni oleh kebanyakan orang Barat.Berjuta2 training telah di laksanakan dgn modul The Secret,dan berjuta2 DVDnya telah terjual.

APA ITU THE SECRET?

Dalam buku tersebut,penulisnya menerangkan Rahsia kejayaan bagi semua orang yang hebat di muka bumi ini (Albert Einstein,Napoleon,Wright Brothers dll yg di sebutkan dlm buku tersebut).Jadi buku ini menerangkan Rahsia kejayaan yg di miliki oleh mereka,sebagai rahsia untuk Berjaya,dan ternyata ianya Berjaya mencetak ribuan bahkan jutaan org yg berjaya dgn memahami The Secret.Ianya menjadi rujukan kebanyakan orang dlm pelbagai bidang..bisnes,penciptaan,pelajaran dll.

THE SECRET IS THE LAW OF ATTRACTION

Ya!The Secret yg di terangkan oleh penulis buku ini ialah The Law of Attraction..Ianya bermaksud rahsia kejayaan kita adalah daya tarikan yang kita hasilkan.Ianya bermaksud,semakin kuat kita memikirkan suatu benda,suatu hajat,ianya akan menghasilkan daya tarikan,dan daya tarikan itu kan mendorong kita untuk berusaha mencapainya.Contoh,penulis menerangkan Thomas Edison,bersungguh2 memikirkan dan meyakini untuk mencipta mentol lampu.Setiap hari dia memikirkannya,berusaha,lalu apa yg dia fikirkannya,yg di hajatkannya,menghasilkan daya tarikan,dan ianya menarik apa yg di fikirkannya itu menjadi kenyataan,dgn usahanya yg x kenal henti!LAlu terciptalah mentol lampu.Begitu juga dgn penciptaan kapal terbang,kereta dll,semuanya bermula dgn satu fikiran,yg menghsilkan daya tarikan,lalu menjadi kenyataan! Daripada pemikiran dan hajat seorang,2 orang, beribu orang dan bejuta orang yg punya hajat,lalu terhasillah kuasa besar spt Amerika hari ini.

“It’s all started with the mind,the thinking,thinking,thinking,thinking,then the thinking become passion, and the passion create it become reality.And it’s all The Law of Attraction”.

RAHSIANYA TELAH TERHIDANG DEPAN MATA KITA 1400 TAHUN LALU.

Ya!Sesunnguhnya The Secret yg begitu di imani oleh ramai orang yg Berjaya dlm perusahaan,pengurusan,penciptaan dll di Barat,telah di khabarkan kpd kita 1400 tahun yg lalu!Cuma kita yg buta dan tidak menyedarinya!Perhatikanlah,dalamilah hadis di atas.Usah sempitkan pemaknaan hadis ini,hanya sebatas niat Solat,niat dalam Ibadah,seolah2 Islam hanya sebatas mengatur amalan2 agama.Tapi,berfikirlah secara luas. Let us Think out of Box!

Sesungguhnya setiap amal itu bermula dengan niat.Dan kamu akan dapatkan setiap apa yang kamu niatkan.”

Frasa pertama hadis ini,menerangkan secara ringkas tapi menyeluruh akan isi The Secret yg di gali oleh Rhonde Byren,The Law of Attraction.Perhatikan bagaimana Rasulullah menyeru kita agar berfikir,berazam,berhajat,kerna kita akan dapatkan apa yang kita fikirkan,hajatkan,azamkan,dan cita2kan.Berfikirlah dgn luas,berazamlah dgn penuh keyakinan,dan capailah apa yg kita hajati.Berfikiirlah besar,berjiwalh besar,jgn hanya sekadar merenungi kejayaan sendiri,tp juga fikirkanlah,hajatkanlah akan kebangkitan Tamadun Islam!.Jgn hanya sekadar cita2 peribadi,tp fikirkanlah cita2 Rasulullah untuk menegakkan ISLAM DI MUKA BUMI,lalu bakarlah diri kita dgn dakwah,dan jadilah sebahagian dari obor ummat ini yang menerangi kegelapan Jahiliah.

Yakinlah akan hadis ini,bila kita niatkan,fikirkan,hajatkan,kita akan mendapatkanya.
Setelah berniat,berfikir.lalu berhijrahlah.Berhijrahlah! Ya, berubahlah!berusahalah dgn berhempas pulas,dgn penuh pengorbanan.Perhatikan frasa kedua hadis ini:

“….Maka barangsiapa yang hijrahnya adalah untuk Allah dan RasulNya,maka hijrahnya adalah untuk Allah dan RasulNya.Maka barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia,maka dia akan mendapatkannya,atau kerana wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia hijrah kepadanya”

KENAPA HIJRAH?

Teman2,renungilah kisah hijrah Rasulullah dan para sahabat.Ianya penuh dgn pengorbanan,penuh dgn perancangan yg rapi,strategi dan kerjasama yang mantap,dan kesungguhan yg x berbelah bagi.

Dan inilah yg kita perlukan,dalam mencipta kejayaan!.X cukup dgn hanya sekadar berniat,berhajat dan berfikir, tapi harus di susuli dgn hijrah..erti kata berusaha dgn penuh pengorbanan,merangcang kejayaan dgn rapi dan teliti,merencana strategi dan menjalinkan kerjasama dgn mantap,lalu bergeraklah, berusahalah,capai cita2 itu dgn kesungguhan dan keazaman yg x pernah berbelah bahagi.

Fikirkanlah apa yang ingin kita jadi,ingin kita capai dalam 2 tahun akan datang,10 tahun akan datang..menjelang usia 40 tahun apa yg akan kita capai..mungkin kita befikir 2 tahun akan datang kita sudah bernikah,10 tahun akan datang kita berfikir unutk mempunyai 3 perusahaan syarikat, menjelang 40 tahun kita sudah financial freedom..fikirkanlah amal apa yg ingin kita sembahkan pada Allah esok hari..fikirkanlah hadiah terindah apa yg ingin kita hadiahkan kpd ibu dan ayah kita?..apakah hanya sekadar segulung Ijazah Kejuruteraan yg kita ambil di majlis penuh meriah tatkala Konvokesyen,atau kita hadiahkan mereka dgn saham pelaburan akhirat yg x pernah putus mengalir pahalanya,yg kelak hadiah itu kan di terima mereka tatkala konvokesyen di Hari Kebangkitan kelak! Bayangkanlah kebahagiaan mereka di hari itu..

FIKIRKANLAH KEBANGKITAN!

Ikhwah wa Akhawat fillah..jgnlah kita hanya sekadar memikirkan kesenangan dan mencipta kejayaan peribadi.Tapi, marilah kita bersama2 memikirkan kebangkitan Islam!

Fikirkanlah!Fikirkanlah!Azamilah!Berekadllah! Agar ianya akan tersemat di hati kita,sehingga menjadi kegilaan dan membakar hati kita,lalu memaksa kita bergerak dgn x kenal henti,berusaha dgn azam yg x berbelah bahagi,merancang kebangkitan dgn penuh teliti,dan bekerjasama, berukhuwah dgn mantap untuk mencipta kebangkitan ini.

Bayangkanlah, Malaysia 5 tahun akan datang.Bayangkanlah,setiap mahasiswa merasai nikmat Iman,Islam dan Ihsan dan hidup dgnnya..ramai para pekerja perusahaan bekerja dgn penuh Ihsan,berfikir dgn penuh Iman,dan hidup dgn syariat Islam.

Bayangkanlah,10 tahun akan datang..para Mahasiswa ini kan membina keluarga Islami,dan mentarbiah anak2 mereka dgn penuh kasih sayang,hidup berpasangan dgn penuh jujur,tiada khianat dan sengketa,jiran saling mengasihi.Lalu anak2 ini di didik dgn kecintaan kpd Allah,Rasulullah sebagai Idola,Malaikat yg senantiasa mencatit amal baik dan buruknya.Al-Quran sebagai penawar hatinya,hiburannya yg terindah,peribadinya cetakan Al-Quran,dan perjumpaan dgn Allah dgn penuh cinta dan kasih sebagai cita2nya..

Lalu, bayangkanlah 50 tahun akan datang..anak2 ini kelak akan membangun dan menerajui Tamadun dunia dgn Syahadah,pengabdian kpd Allah sebagai misi kehidupan setiap insan di muka bumi,dunia damai dgn manusia yg berperibadi Musollin..penuh kejujuran,tanggugjawab,disiplin,kerjasama,prihatin,berwawasan,adil dan berkasih sayang..penuh dgn manusia yang menahan nafsu mereka dan x membuat kerosakkan di muka bumi, masyarakat dunia hidup penuh ukhuwah dan penuh kasih sayang..sehingga tiada yang tertindas, sehingga tiada lagi yang layak untuk menerima zakat..dan seluruh manusia menjadikan segenap kehidupan sbg amal Ibadah kpd Allah,pemimpin dan rakyat yang melaksanakan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar ,dan senantiasa terus berusaha!



Dan murnikanlah niat dan cita2 ini..kerna sabda baginda,di balik niat dan cita2 ada yg tertipu dgn dunia dan wanita, lalu menjadikan dunia dan wanita sebagai niatnya yang terselindung di sebalik hijrah yang di lakukan. Sebaliknya, ikhlaskan niat kita,murnikanlah fikiran kita, sehingga hanya Allah dan Rasulnya yg kita hajatkan, sehingga hanya Allah sahaja yg menjadi kecintaan,misi, visi dan obsesi.

Katakanlah: “Tiada yang kucintai,yg ku rindui,yg ku sandarkn diri ini,yang ku berserah diri ini melainkan Allah, dan Muhammad adalah Rasullullah yang akan turuti setiap petunjuknya dalam menekuni kehidupan ini”

Ayuh,berfikirlah!berazamlah!bertekadlah!..ia akan menghasilkan keazaman yang membakar hati kita,lalu berhijrahlah!berusahalah!..dan murnikanlah niat itu..INGATLAH, APA BILA KITA BERFIKIR, BERERAK, DGN IZIN ALLAH, KITA AKAN DAPAT APA YANG KITA HAJATKAN!.
TuhanMu menyayangiMu
11:36 AM | Author: Ibnu Siddique
Semalam..13 april 2009..dalam ketensionan aku menjawab final paper Polymeric Material..sebab blank benda yg sudah di hafal..dan terlupa formula yg amat ringkas utk menjwab pengiraan propeties of polymer..tetiba time exam tu, handsetku bergetar..msj dr seorang saudara tercinta..Mohd Shazlee..www.muhammadblack.blogspot.com..msj yg sgt menyentap jiwaku..terima kasih sahabatku..saudaraku..;)

"Tuhanmu menyayangimu saudaraku...Percayalah...Dalam setiap hela nafasmu,tertulis seribu cinta Tuhanmu...setiap degup jantungmu, terukir redha Tuhanmu..bersyukurlah.jgn kau kufur.biar cinta itu subur.agar di suatu hari yang cinta itu nanti minta dibuktikan, kau pasti berbangga dengan kebesaran Tuhanmu, yang kau segarkan dlam jiwamu.."
Syukran ya akhi...;)

Buku saku kecil Asmaul Husna
credit picture goes to Ukhti Syuhada..

"Bahawasanya Allah SWT mempunyai 99 nama. Barang siapa menghafalnya nescaya akan dimasukkan kedalam syurga"- Hadis Riwayat Imam Bukhari

"Allah SWT mempunyai asmaa'ul husna(nama- nama yang indah) maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa'ul husna"

Apakah maksud sabda Rasulullah s.a.w. berkenaan nama-nama Allah yang mulia

[Siapa yang menghitungnya akan masuk syurga]?


Hadith ini telah dihuraikan dengan beberapa huraian seperti berikut:

1- Menghafalnya dan berdoa menggunakannya serta memuji Allah dengannya.

2- a. Mengikuti apa yang boleh diikuti seperti al-Rahim dan al-Karim. Hamba hendaklah melatih dirinya supaya mempunyai sifat itu mengikut kemampuannya.

b. Menetapkan apa yang khas untuk Allah seperti al-Jabbar (Maha Perkasa), al-Azim (Maha Agung) dan al-Mutakabbir (Maha Megah). Hamba hendaklah menetapkannya serta merendahkan diri terhadapnya dan tidak meniru sifat tersebut.

c. Mengharapkan apa yang menunjukkan pengharapan seperti al-Ghafur (Maha Pengampun), al-Syakur (Maha Mensyukuri), al-Afu (Maha Pemaaf), al-Rauf (Maha Pengasih), al-Halim (Maha Penyantun), al-Jawwad (Maha Pemurah) dan al-Karim (Maha Pemurah). Hamba hendaklah membayangkan sifat ini semasa meminta.

d. Berasa takut terhadap apa yang menunjukkan amaran dan ancaman seperti Aziz (Maha Agung) Zi intiqam (Empunya balas dendam), Syadid al-iqab (Maha pedih balasanNya), Sari' al-hisab (Maha cepat hitunganNya). Hamba hendaklah membayangkan sifat ini semasa dipanggil nafsu.

3- Naik saksi terhadapnya dan memberi haknya samada dari sudut pengetahuan mahupun penghambaan.
Contohnya hamba yang naik saksi terhadap ketinggian Allah Ta'ala ke atas makhlukNya, berada tinggi di atas singgahsanaNya, terasing dari makhluk di samping sifatnya merangkumi mereka dari sudut ilmu, kuasa dan sebagainya. Dia juga menyembah Allah mengikut tuntutan sifat ini di mana dia merasakan bahawa Allah adalah tempat dia bergantung, tempat dia mengadu sambil merendah diri di hadapan Allah kerana mengetahui dia adalah seorang hamba yang mengadap Tuhannya yang Maha Agung. Dia merasakan bahawa perkataannya dan perbuatannya naik dan akan dibentangkan kepada Allah yang menjadikannya malu untuk melakukan perkara yang mengaibkannya kelak. Dia juga naik saksi bahawa perintah Allah turun kepada setiap pelusuk dunia pada setiap masa dengan pelbagai urusan dan pentadbiran seperti menghidupkan dan mematikan, memuliakan dan menghina, mengangkat dan merendahkan, memberi dan menegah, mengalih musibah dan mendatangkannya, mengubah keadaan-keadaan manusia dan lain-lain urusan dalam kerajaanNya yang hanya diuruskan olehNya sahaja. Tiada yang dapat menghalang urusan-urusanNya ini.

Firman Allah Ta'ala ( al-Sajdah 32:5):

Maksudnya: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

Sesiapa yang dapat melaksanakan kesaksian ini dari sudut pengetahuan mahupun penghambaan, maka sesungguhnya Tuhannya telah memadainya dan dia tidak perlu kepada yang lain. Begitu juga keadaannya dengan orang yang dapar melaksanakan kesaksian bahawa ilmu Allah serta segala sifatNya merangkumi segala sesuatu. Keadaan ini tidak dapat dikecapi kecuali oleh para al-Sabiqun (mendahului) al-Muqarrabun (didekatkan).


Maha suci Allah daripada apa yang diperkatakan oleh orang-orang yang zalim dan menyeleweng serta menafikan nama-namaNya. Firman Allah Ta'ala ( Maryam 19:65):

Maksudnya: Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepadaNya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah).

Firman Allah Ta'ala ( al-Syura 42:11):

Maksudnya: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Firman Allah Ta'ala ( Taha 20:110):

Maksudnya: Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmuNya.


Mudah untuk kita membahaskan kewajipan beriman dengan sifat-sifat Allah sebagaimana ia datang dalam al-Quran dan as-Sunnah yang sahih tanpa melakukan sebarang penyelewengan dan penyamaan dengan makhluk.

Akan tetapi, apakah natijahnya kepada diri kita? Apakah kita benar-benar mengambil i'tibar dan pengajaran daripada Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah.

Kita beriman bahawa Allah SWT Maha Melihat dan Mendengar. Apakah kita menjaga lidah kita daripada berkata yang kotor? Mengumpat, mencaci, memfitnah?

Kita beriman Allah Maha Melihat, apakah kita menjaga kelakuan kita di tempat yang tertutup dari melakukan ma'siat?Apakah kita menundukkan mata apabila melihat yang bukan Mahram?

Kita beriman Allah Maha Tinggi di atas ArsyNya. Apakah sikap kita dan tingkah laku kita menggambarkan kita sebagai seorang yang sedar betapa rendahnya kita berbanding Allah? Atau kita bersikap takbur dan 'ujub.

Kita beriman Allah SWT Maha Pengampun, apakah kita bertaubat, berIstighfar memohon keampunan kepadaNya?

Kita tahu Allah Maha Mengetahui, Maha Hidup, Tidak tidur dan tidak Mengantuk, tetapi kita...?

Bila berdoa, ingatlah bahawa Allah itu Maha Pemurah dan Penyayang.

Apabila nafsu memanggil-manggil kita, ingatlah bahawa Allah amat keras seksaanNya dan amat pantas HisabNya.

Bila bertaubat, ingatlah Allah Maha Pengampun.

Bila bersedih ingatlah Allah Bersama kita.

Bila mendapat rezeki, ingatlah Allah Maha Pemberi.

Ingatlah nama dan sifat-sifat Allah. Hayatilah, sungguh indah hidup ini andai Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah kita hayati dan kita jadikan i'tibar.

Wallahua'alam.