Ringkasan Tafsir Surah al-Fatihah
3:57 AM | Author: Ibnu Siddique
by:Abu Usamah Mohd Masri bin Mohd Ramli, Saturday, June 21, 2008
http://al-fikrah.net/

Tafsir Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {2}
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {5} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6}
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
(1).Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,(2). Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,(
3). Yang menguasai hari pembalasan,(4). Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan,
(5). Tunjukilah kami jalan yang lurus,(6). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat(7)."

Beberapa Penjelasan

Status Surah

A.Surah ini adalah surah Makkiyyah berdasarkan pendapat majority ulama. (Tafsîr al-Baghawiy:1/16; al-Muharrir al-Wajîz:1/61)

B. Nama SurahSurah ini memiliki nama yang banyak sekali dan ini menunjukkan kemuliaan dan keagungannya, kerana banyak nama menunjukkan kemuliaan si empunya nama itu. Diantara nama-namanya yang masyhur:- Fâtihah al-Kitâb- Ummul Kitâb- Al-Qur`ân al-'Azhîm- Ummul Qur`ân- As-Sab'ul Matsâniy

C. KeutamaannyaSurah ini memiliki keutamaan yang agung dan telah dijelaskan mengenainya oleh banyak hadits, diantaranya:

1. Hadits yang diriwayatkan oleh 'Ubâdah bin ash-Shâmit dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang bersabda,
"Tidak (sah/sempurna) shalat seorang yang tidak membaca Fâtihah al-Kitab (Pembuka Kitabullah, al-Fâtihah)." (Shahîh al-Jâmi', kitab al-Adzân:1/184)

2. Dari Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu, dia berkata, aku telah mendengar Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Allah Ta'ala berfirman, 'Aku telah membahagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku dengan dua bahagian; separuhnya untuk-Ku dan separuhnya lagi untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.Bila seorang hamba mengucapkan, 'al-Hamdulillâhi Rabbil 'Alamîn.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.'. Dan bila dia mengucapkan, 'ar-Rahmânir Rahîm.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.'Dan bila dia mengucapkan, 'Mâliki Yawmid Dîn.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.' Dan bila dia mengucapkan, 'Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în.' Allah Ta'ala menjawab, 'Inilah (bahagian) yang diantara-Ku dan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.' Dan bila dia mengucapkan, 'Ihdinash Shirâthal Mustaqîm Shirâthal Ladzîna An'amta 'alaihim Ghairil Maghdlûbi 'alaihim wa ladl Dlâllîn.'Allah Ta'ala menjawab, 'Inilah yang buat hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya." (HR.Muslim)
Dan banyak lagi hadits lainnya yang shahih mengenai keutamaan surah ini.

D. Keutamaan Ucapan " Amîn "Di dalam kitab Shahîh al-Bukhâriy, terdapat hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahawasanya Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda,"Bila Imam mengucapkan 'Waladl Dlâllîn', maka katakanlah 'Amîn', sebab siapa saja yang pengaminannya bertepatan dengan pengaminan Malaikat, maka akan diampuni baginya dosa-dosa terdahulu." (HR.al-Bukhâriy)Sedangkan di dalam Shahîh Muslim, disebutkan, "Bila Imam mengucapkan 'Waladl Dlâllin', maka katakanlah 'Amîn', niscaya Allah akan menjawab (mengabulkan bagi) kamu." (HR.Muslim)

E. Membacanya Di Dalam ShalatMembaca al-Fâtihah wajib hukumnya bagi setiap Muslim pada setiap raka'at shalat dan tidak dapat diganti dengan membaca terjemahan atau lainnya.Membacanya adalah termasuk rukun shalat, baik yang fardlu maupun sunnah dan hendaknya bagi makmum pada shalat Jahriyyah (yang dinyaringkan bacaannya), membacanya dengan Sirr (perlahan, tidak nyaring).(Mengenai hukum membaca surah al-Fâtihah dalam shalat ini terdapat perbezaan pendapat di kalangan para ulama-red.,)

F. Makna Kalimat•

"Alhamdu" ertinya sanjungan/pujian atas Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan dan sifat-sifat yang memang Dia layak atasnya.•

"Lillâhi" ertinya Dia-lah Yang dituhankan dan disembah, Yang berhak untuk diesakan di dalam beribadah terhadap-Nya.• "Rabb" ertinya al-Murabbi, yaitu al-Mâlik (Pemilik).

"Rabb" adalah nama dari nama-nama Allah Ta'ala dan penggunaan kata ini di dalam bahasa Arab untuk selain-Nya hanya dalam bentuk Mudhaf, seperti ungkapan, "Rabbud Dâr" (pemilik/tuan rumah), dan sebagainya.

• "al-'Alamîn" ertinya semua yang selain Allah (alam semesta)•

"ar-Rahmânir Rahîm" yaitu dua nama yang menunjukkan bahawa Dia Ta'ala adalah Pemilik rahmat (Maha pengasih) yang amat luas dan agung.

• "Mâliki Yawmid Dîn" yakni hari Kiamat. Dinamakan dengan Yawmud Dîn kerana Allah Ta'ala menyuruh mereka beribadah dengan amal-amal mereka; bila baik, maka baik balasannya dan bila buruk, maka buruk balasannya. Dan makna Mâliki Yawmid Dîn adalah bahawa semua perintah itu adalah hanya untuk Allah dan amat tampak sekali secara sempurna bagi para makhluk kesempurnaan pemilikan-Nya dan terputusnya pemilikan para makhluk.

• "Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în" yakni kita tidak menyembah kecuali Allah semata dan kita tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Nya, sehingga kita mengkhususkannya di dalam beribadah dan meminta pertolongan serta meninggalkan selain-Nya. 'Ibadah adalah sebutan yang mencakupi setiap perkataan, perbuatan lahir dan batin yang dicintai Allah dan diredhai-Nya. Sedangkan erti Isti'ânah (minta tolong) adalah berpegang kepada Allah di dalam mendapatkan manfa'at dan menolak hal yang membahayakan disertai kepercayaan terhadap-Nya di dalam mendapatkan hal itu. sedangkan kenapa 'ibadah didahulukan atas Isti'ânah adalah sebagai bentuk perhatian di dalam mendahulukan hak-Nya di atas hak hamba-Nya.

• "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm" yakni tunjukkan dan berilah kami petunjuk serta taufiq. Ash-Shirâth al-Mustaqîm adalah jalan yang jelas dan membawa kepada Allah, yaitu Islam dan jalan orang-orang yang diberi nikmat kepada mereka, yaitu dari kalangan para Nabi, orang-orang yang jujur, syuhada dan orang-orang yang shalih.

• "Ghairil Maghdlûbi 'Alaihim" yaitu orang-orang yang mengenal al-Haq namun meninggalkannya seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan orang-orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya.

• "Waladl Dhâllîn" , yaitu orang-orang Nashrani dan siapa saja yang menyembah Allah dalam keadaan jahil dan sesat.

• "Amîn" , ini tidak termasuk ayat dalam surah al-Fâtihah, maknanya adalah Ya Allah, perkenankanlah. Dianjurkan bagi Imam untuk mengucapkannya, demikian juga dengan Makmum dan orang yang shalat sendirian.

Sekalipun surah ini ringkas namun mengandungi hal yang tidak satu surahpun dari surah-surah di dalam al-Qur'an mengandunginya. Ia mengandungi jenis-jenis tauhid; tauhid Rubûbiyyah, yaitu pada firman-Nya "Rabbil 'Alamîn" ;tauhid Ulûhiyyah, yaitu diambil dari lafazh al-Jalâlah "Allâh" dan dari firman-Nya "Iyyâka Na'budu Wa Iyyâka Nasta'în" ; tauhid Asmâ` dan Shifât , yaitu menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah. Dalam hal ini melalui penetapan pujian terhadap-Nya dan hal lainnya.

G. Kandungan Surah

• Penetapan tiga jenis tauhid.
• Penetapan kenabian, yaitu pada firman-Nya "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm" sebab hal ini tidak mungkin dicapai tanpa adanya risalah (kerasulan).
• Penetapan adanya balasan dan hisab terhadap amal-amal, yaitu pada firman-Nya "Mâliki Yawmid Dîn".
• Bahawa shalat yang tidak dibaca di dalamnya surah al-Fâtihah dianggap kurang (Khidâj).
• Surah ini mengandung doa-doa yang paling sempurna dan paling bermanfa'at bagi seorang hamba, yaitu "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm". Oleh kerana itu, seseorang wajib berdoa kepada Allah pada setiap raka'at dari shalatnya kerana dia menghajatkan hal itu.
(SUMBER:Silsilah Manâhij Dawrâh al-'Ulûm asy-Syar'iyyah -at-Tafsîr- karya Dr. Ibrâhim bin Sulaiman al-Huwaimil, h.30-35)
Ketulusan Hati..
12:15 PM | Author: Ibnu Siddique
Assalammualaikum..teman2 semuanya :).mudah2an sihat2 selalu ya..di bwah ini sya posting sebuah bait lagu nyayian saudara Anuar Zain...sebuah luahan cinta yang penuh tulus..sungguh indah liriknya..dan demi sesungguhNya,lirik ini kan lebih indah bila luahan hatinya itu untuk Allah:)..teman2..sesungguhnya pd lirik lagu ini..terdpat jiwa fitrah yg berbicara..fitrahSang Hamba utk mencari..merindui..Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang..Yang Maha Mencintai..Hayatilh lirik ini..padukn dgn luahan hatimu..teman,teman..selama ini..Siapa yang kau cari sebenarnya? Cinta sebenar kan..yang bahagianya x kunjung padam..Sungguh..cinta pd kecantikan wanita..kan tua..pd ayah,ibu,anak..kan pergi meninggalkn kita..pada harta,takhta,dunia..semuanya kan binasa..Yang Maha Kekal hanyalah Allah..Maharaja kerajaan langit dan bumi...tanyalah hatimu..lalu..siapa yang bisa memberimu kebahagiaan cinta sejati..tatkala seluruh jiwa kian menyepi..hanya alam ini yang kau dengarkn bisu berbicara dgnmu..bicara ttg wujudnya..Dia Yang Maha Satu (Esa)


"............adakah Aku tuhan kamu?...dan mereka semua berkata..bahkan ya..
Ya Allah..kami menyaksikan...Kau adalah Tuhan kami..."

Cintaku tak berdusta
Tak mengenal ingkar
Tak kenal nestapa
Cintaku hanya indah
Hanya bahagia untuk selamanya

Apa yg kurasakan ini
Persembahan untuk dirimu
Kau dengarkan Kasihku

*Mencintai-Mu tak mengenal waktu
Tak mengenal puitis
Hanya tulusnya hati
Mencintai-Mu tak mengenal ragu
Keyakinan hatiku hanya untuk-Mu
Selalu...

Cintaku tak berdusta
Tak mengenal ingkar
Tak kenal nestapa
Tak ada seribu janji
Hanya bahagia untuk selamanya
Apa yg kurasakan ini
Persembahan untuk diri-Mu
Kau dengarkan Kasihu
(Repeat *)

Apa yang kurasakan ini
Persembahan untuk diri-Mu
Kau dengarkan Kasihku
Oooo....

credit goes to ukhti balqis yahya..phoenixrajawali.blogspot.com
atas liriknya..jazakillah


Jadilah Seperti Lebah
12:10 PM | Author: Ibnu Siddique
Jadilah Seperti Lebah

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

"Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu." (2: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (7: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

"Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam
CintaMu untuk siapa?
8:33 PM | Author: Ibnu Siddique
"Berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yg saling mengunjungi karena-Ku. Berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling mencintai karena-Ku. berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling memberi karena-Ku. dan berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling menolong karena-Ku"

(HR Ahmad dan al Hakim)
Mencari Tuhan
8:17 PM | Author: Ibnu Siddique
Mencari Tuhan
Luas saujana mata memandang
Bumi menghijau subur di kejauhan
Dengan rasa syukur melangkah
Menjejakkan kaki
Nada ikhlas menyambut
KehadiranPemuda mencari tuhan
Segalanya ada di sini
Bagi yang mencari
makna kalimah zuhud
makna kalimah hubb
makna kalimah tawadhu’
makna kalimah tasawuf
makna kalimah tawakkal
makna kalimah zikr
ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi
Lalu pertanyaan muncul,
Di mana cahaya itu?
Cahaya nur dan fayd sayyidi syeikh yang diwar-warkan
Cahaya atas cahaya
“nur ala nur”
“Min shiddati addhuhur alkhifa’ “
(kerana terlampau cahaya itu, mmelupuskan cahaya sebenar)
Lalu di mana tuhan?
Di mana tuhan pada
Tawakkalnya manusia
Zuhudnya manusia
Tawadhu’nya manusia
Tasawufnya manusia
Pada yang Maha Agung
Atau yang menggagungkan yang Maha Agung
Atau hanya sekadarMencari jalan pintasKe Firdausi rabbi
Apakah ada jalan pintas ke sana?
“Innallahasytara minal mu’minin anfusahum wa amwalahum biannalahumul jannah”
“Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi”
Aku hadir dengan maksud
Memohon jalan menuju Mu
Jalan,tariqah sebenar
Pada mengesakan Engkau
Pada mencariMu, tuhan
Al-atqiyaa al-akhfiya ilallahi azza wa jalla

penulis: muhammad aiman salmi; http://muhammadaimansalmi.blogspot.com/
Mengenang Sheikh Tarbiyah; Ustadz Rahmat Abdullah
8:09 PM | Author: Ibnu Siddique
Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang menajamkan diri dalam jalan ini,

menjadikan dakwah sebagai laku utama,

Dialah Visi,

Dialah Misi,

Dialah Obsesi,

Dialah yang menggelayuti di setiap desak nafas,

Dialah yang menghantarkan jiwa-jiwa ini kepada Redha dan Maghfirah Tuhanya kelak…

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani

Penghargaan kepada Kumpulan Nasyid Izzatul Islam

Download the song at: http://rs377.rapidshare.com/files/113115957/murobbi.wma
Luahan hati aktivis dakwah: Ustaz Fathi Yakan
7:52 PM | Author: Ibnu Siddique
Buatlah Sesuatu Untuk Islam -
إعمل شيئا للإسلام


Sesungguhnya situasi ini sangat memedihkan bagi hati-hati muslim, yang bekerja untuk agamanya, dan memahami firman Allah

" Allah menjanjikan orang-orang Yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (Wahai umat Muhammad) Bahawa ia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah Yang memegang Kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana ia telah menjadikan orang-orang Yang sebelum mereka: khalifah-khalifah Yang berkuasa; dan ia akan menguatkan dan mengembangkan ugama mereka (ugama Islam) Yang telah diredhaiNya untuk mereka; dan ia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh). mereka terus beribadat kepadaKu Dengan tidak mempersekutukan sesuatu Yang lain denganKu. dan (ingatlah) sesiapa Yang kufur ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang Yang derhaka."
(Al-Nur: 55)

Sampai bila musuh-musuh sentiasa menyembelih, merampas dan membunuh, dan respon kita hanyalah sekadar kutukan-kutukan kemarahan, sedikit sumbangan duit, atau hanyalah mengikuti berita-berita di telivisyen dan surat-surat khabar. Kemudian respon itu pun mereda, dan digantikan dengan futur dan kelemahan, dan kita sekali lagi kembali melakukan kerja-kerja peribadi dan kepada dunia yang fana ini, kepada tidur yang nyenyak. Tidur ini akan berterusan sehinggalah apabila musuh sekali lagi melakukan keganasan, lalu kita sekali lagi respon dengan kemarahan seperti sebelum.. dan begitulah seterusnya.

Kita mesti berfikir! Respon kita mestilah yang berstrategi panjang, strategi yang bertujuan menaikkan kalimah Allah di muka bumi dan memartabatkan islam di seluruh dunia. Ini semua dengan tujuan meraih salah satu dari dua kebaikan, sama ada kemenangan ataupun mat syahid di jalan Allah.

Kita mungkin tertanya-tanya: kenapa semua ini hanya berlaku kepada orang-orang islam?! Jawabannya tentulah lebih diketahui oleh orang-orang islam sendiri sebelum diketahui oleh orang lain. Ini semua adalah kerana mereka telah merendahkan agama mereka, dan keredhaan mereka kepada kehidupan akhirat berbanding akhirat. Orang-orang islam ini menyerah kepada keadaan yang menghina oleh Negara-negara barat, tekanan yang bertujuan menjamin kemaslahatan mereka dan kemaslahatan yahudi semata.

Hasan Al-banna berkata: sesungguhnya umat yang mahir mencipta kematian dan mengetahui bagaimana mati secara mulia, Allah akan menganugerahkan kepadanya kehidupan yang mulia di dunia dan kenikmatan di akhirat. Tiada kelemahan yang telah menghina kita kecuali cinta dunia dan benci mati… Maka siapkan lah diri kamu untuk pekerjaan yang besar, dan sentiasa bersiap untuk mati nescaya kamu akan diberi kehidupan.

Kita harus ketahui bahawa umat islam sekarang hidup dalam suatu kondisi yang paling memalukan sepanjang sejarahnya. Umat ini sangat memerlukan kepada kesatuan saf, mengerahkan tenaga, keikhlasan dalam beramal, kesucian niat, mengumpulkan kemampuan-kemampuan, kekuatan, dan tenaga. Serta memanfaatkan semua itu untuk bersaha keluar dari bencana yang menimpanya. Harus diketahui bahawa umat ini dalam bahaya yang besar jika tidak mendapat perhatian Allah.

Sama-sama kita ingati titah Saidina Umar bin Khattab kepada rakyat Al-Quds sebelum dia kembali ke madinah selepas Islam Berjaya menawan kota itu. “wahai umat islam, sesungguhnya Allah telah menepati janjinya. Dia telah menolong kamu menentang musuh-musuh kamu, mewariskan negeri-negeri ini kepada kamu dan menjadikan kamu berkuasa di mukan bumi. Janganlah kamu membalasnya kecuali dengan kesyukuran. Jauhilah kemaksiatan kerana kemaksiatan ialah kufur dengan nikmat. Tiada suatu kaum yang kufur dengan nikmat kemudian mereka tidak bertaubat, kecuali Allah akan merentap kemuliaan mereka dan menaklukkan musuh ke atas mereka.”

Apakah yang telah kita lakukan untuk menjadikan Allah redha dengan kita? dan seterusnya menguatkan kita, membantu kita, dan mewariskan dunia ini kepada kita agar dunia ini ditadbir dengan keadilan, kasih sayang dan kerahmatan.

Kewajipan yang banyak..
Mari bersama-sama kita mencatit apa yang kita mampu lakukan untuk islam kita, setiap orang sekadar kemampuannya.

Hasan al-Banna telah menyebut banyak kewajipan seorang pemuda islam, yang mampu kita lakukan. Antaranya:

1. Memperbaharui perjanjian dengan Allah azza wajalla untuk kita bekerja unutk islam sehingga berjaya atau beroleh syahadah (syahid)

2. Sentiasa muroqobatullah dan mengikhlaskan niat dalam semua amalan

3. Sentiasa memperbaharui taubat dan istighfar, membebaskan diri dari dosa-dosa kecil lebih-lebih lagi dosa besar, dan bersikap wara’ dalam perkara syubhat supaya tidak terjatuh dalam perkara haram.

4. Memperbaiki bacaan Al-Quran dan mentadabburi makna-maknanya, mengkaji sirah nabi, sejarah-sejarah salaf (orang-orang terdahulu) semampu mungkin. Juga mempelajari asas-asas akidah, cabang-cabang hokum dan rahsia-rahsia syari’ah.

5. Sentiasa melawan nafsu dengan keras agar mudah mengawalnya, menundukkan pandanganmu, dan mengawal perasaan dan syahwat dalam dirimu serta membawanya kepada perkara halal dan menghalanginya dari perkara haram walau sedikit.

6. Memperbaiki solatmu dengan sentiasa menunaikannya di awal waktu di masjid secara berjamaah sekadar kamu mampu.

7. Berpuasa ramadhan dengan sebaiknya.

8. Sentiasalah berdoa dan jadikan lidahmu sentiasa basah dengan zikrullah.

9. Amar makruf dan menegah kemungkaran.

10. Sentiasa berniat untuk berjihad, dan membuat persediaan untuknya semampumu.

11. Membiasakan diri dengan sejenis riadah walaupun berjalan

12. Sentiasa memastikan setiap kerja dilakukan secara sempurna dari segi kualiti, kegigihan , tidak menipu dan menepati waktu.

13. Sentiasa bercakap benar, tidak sekali-kali menipu. Mempunyai kemahuan yang kuat, tidak sekali-kali ragu.. Menepati janji, tidak memungkiri janji dalam apa jua keadaan.

14. Bersikap berani, sanggup menanggung beban. Sebaik-baik keberanian adalah berterus-terang dalam perkara yang hak, menyembunyikan rahsia, mengaku jika tersalah, bersikap adil dan mengawal hati ketika marah.

15. Mendidik anak kamu dengan didikan islam yang benar dan seimbang. Supaya mereka menjadi murni akidahnya, betul ibadahnya, baik akhlaknya, berfikiran luas, kuat badannya, memberi manfaat kepada orang lain, dan menjaga waktu.

16. Memboikot produk-produk amerika dan yahudi. Sebaliknya menyokong produk-produk dan syarikat-syarikat ekonomi orang-orang islam, dan sentiasa memastikan duitmu tidak jatuh kecuali dalam tangan saudaramu walau dalam apa jua keadaan. Janganlah memakai dan makan kecuali dari hasil negeri islam.

17. Kenali musuhmu dan kaji peribadinya sebaik mungkin

18. Sentiasa aktif dan terlatih dalam melakukan khidmat masyarakat, sehingga merasa bahagia jika kamu dapat berkhidmat kepada orang lain, menziarahi pesakit, menenangkan orang susah walau dengan perkataan yang baik, dan sentiasa memberi khidmat dan sumbangan.

19. Jagalah anak yatim, lindungilah perempuan, jalinlah silaturrahmi, maafkanlah orang yang menzalimimu, damaikanlah antara dua pihak, ajarlah orang yang jahil, dan siapkanlah seorang pejuang.

20. Kamu mesti ketahui bagaimana menuntut hak kamu, dan menunaikan hak-hak orang lain dengan sempurna tidak kurang sebelum mereka menuntutnya, dan janganlah melambat bayar hutang.

21. Berusaha sekadar kemampuan untuk menghidupkan budaya-budaya islam dan memerangi budaya luar dalam semua aspek kehidupan contohnya dalam aspek memberi salam, bahasa, sejarah, pakaian, waktu bekerja dan lain-lain.

22. Memberikan sumbangan untuk menyebarkan islam di semua tempat, menunaikan zakat yang wajib dari hartamu, dan mengkhususkan sebahagian untuk peminta sedekah dan orang miskin.

-the pictures was copied from www.daawa.net







Salam Ihsan,Iman, dan Islam (165)
7:49 PM | Author: Ibnu Siddique
Salam juang 165.
Sekali nafas dihela,
belum pasti kan dapat dihirup kembali.
Sekali mata terpejam,
belum pasti kan dapat dibukakan kembali.

Hidup perlukan bahagia.
Bahagia itu indah.
Bahagia itu hidayah.
Bahagia itu cahaya.
Yang bersemi dalam jiwa.

Jiwa itu umpama kamar yang gelap.
Cahaya rembulan takkan menembusi nya,
andai tidak dikuakkan jendelanya.
Jiwa takkan mampu mencapai bahagia,
andai tidak dibukakan jendela hatinya.

Bukakanlah pintu hatimu.
Hayatilah suara hatinya.
Gerakkanlah seluruh anggota tubuhmu,
bertemankan doa...beriramakan suara hati...

Derapkanlah langkahmu,mencari makna disebalik pencarian.
Sekali datang pertolongan dari Nya,
Pasti kau temui cahaya yang indah
yang memancar dihujung pencarian.

Saat itu jiwamu tenang
merasai bahagia berpanjangan.
dengan pancaran cahaya itu
menghiasi sepanjang jalan kehidupan
menuju ke negeri yang abadi

Itulah cahaya 165...
indahnya cahaya itu,
yang menyuluhi perjalananmu,
melangkah ke pintu syurga
Bertemu Yang Maha Penyayang.

MJ Angkatan 12-KL.28 Okt 08 - 12.36am.

sumber:http://www.esq.com.my/