Ringkasan Tafsir Surah al-Fatihah
3:57 AM | Author: Ibnu Siddique
by:Abu Usamah Mohd Masri bin Mohd Ramli, Saturday, June 21, 2008
http://al-fikrah.net/

Tafsir Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {2}
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {5} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6}
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
(1).Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,(2). Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,(
3). Yang menguasai hari pembalasan,(4). Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan,
(5). Tunjukilah kami jalan yang lurus,(6). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat(7)."

Beberapa Penjelasan

Status Surah

A.Surah ini adalah surah Makkiyyah berdasarkan pendapat majority ulama. (Tafsîr al-Baghawiy:1/16; al-Muharrir al-Wajîz:1/61)

B. Nama SurahSurah ini memiliki nama yang banyak sekali dan ini menunjukkan kemuliaan dan keagungannya, kerana banyak nama menunjukkan kemuliaan si empunya nama itu. Diantara nama-namanya yang masyhur:- Fâtihah al-Kitâb- Ummul Kitâb- Al-Qur`ân al-'Azhîm- Ummul Qur`ân- As-Sab'ul Matsâniy

C. KeutamaannyaSurah ini memiliki keutamaan yang agung dan telah dijelaskan mengenainya oleh banyak hadits, diantaranya:

1. Hadits yang diriwayatkan oleh 'Ubâdah bin ash-Shâmit dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang bersabda,
"Tidak (sah/sempurna) shalat seorang yang tidak membaca Fâtihah al-Kitab (Pembuka Kitabullah, al-Fâtihah)." (Shahîh al-Jâmi', kitab al-Adzân:1/184)

2. Dari Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu, dia berkata, aku telah mendengar Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Allah Ta'ala berfirman, 'Aku telah membahagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku dengan dua bahagian; separuhnya untuk-Ku dan separuhnya lagi untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.Bila seorang hamba mengucapkan, 'al-Hamdulillâhi Rabbil 'Alamîn.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.'. Dan bila dia mengucapkan, 'ar-Rahmânir Rahîm.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.'Dan bila dia mengucapkan, 'Mâliki Yawmid Dîn.' Allah Ta'ala menjawab, 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.' Dan bila dia mengucapkan, 'Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în.' Allah Ta'ala menjawab, 'Inilah (bahagian) yang diantara-Ku dan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.' Dan bila dia mengucapkan, 'Ihdinash Shirâthal Mustaqîm Shirâthal Ladzîna An'amta 'alaihim Ghairil Maghdlûbi 'alaihim wa ladl Dlâllîn.'Allah Ta'ala menjawab, 'Inilah yang buat hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya." (HR.Muslim)
Dan banyak lagi hadits lainnya yang shahih mengenai keutamaan surah ini.

D. Keutamaan Ucapan " Amîn "Di dalam kitab Shahîh al-Bukhâriy, terdapat hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahawasanya Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda,"Bila Imam mengucapkan 'Waladl Dlâllîn', maka katakanlah 'Amîn', sebab siapa saja yang pengaminannya bertepatan dengan pengaminan Malaikat, maka akan diampuni baginya dosa-dosa terdahulu." (HR.al-Bukhâriy)Sedangkan di dalam Shahîh Muslim, disebutkan, "Bila Imam mengucapkan 'Waladl Dlâllin', maka katakanlah 'Amîn', niscaya Allah akan menjawab (mengabulkan bagi) kamu." (HR.Muslim)

E. Membacanya Di Dalam ShalatMembaca al-Fâtihah wajib hukumnya bagi setiap Muslim pada setiap raka'at shalat dan tidak dapat diganti dengan membaca terjemahan atau lainnya.Membacanya adalah termasuk rukun shalat, baik yang fardlu maupun sunnah dan hendaknya bagi makmum pada shalat Jahriyyah (yang dinyaringkan bacaannya), membacanya dengan Sirr (perlahan, tidak nyaring).(Mengenai hukum membaca surah al-Fâtihah dalam shalat ini terdapat perbezaan pendapat di kalangan para ulama-red.,)

F. Makna Kalimat•

"Alhamdu" ertinya sanjungan/pujian atas Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan dan sifat-sifat yang memang Dia layak atasnya.•

"Lillâhi" ertinya Dia-lah Yang dituhankan dan disembah, Yang berhak untuk diesakan di dalam beribadah terhadap-Nya.• "Rabb" ertinya al-Murabbi, yaitu al-Mâlik (Pemilik).

"Rabb" adalah nama dari nama-nama Allah Ta'ala dan penggunaan kata ini di dalam bahasa Arab untuk selain-Nya hanya dalam bentuk Mudhaf, seperti ungkapan, "Rabbud Dâr" (pemilik/tuan rumah), dan sebagainya.

• "al-'Alamîn" ertinya semua yang selain Allah (alam semesta)•

"ar-Rahmânir Rahîm" yaitu dua nama yang menunjukkan bahawa Dia Ta'ala adalah Pemilik rahmat (Maha pengasih) yang amat luas dan agung.

• "Mâliki Yawmid Dîn" yakni hari Kiamat. Dinamakan dengan Yawmud Dîn kerana Allah Ta'ala menyuruh mereka beribadah dengan amal-amal mereka; bila baik, maka baik balasannya dan bila buruk, maka buruk balasannya. Dan makna Mâliki Yawmid Dîn adalah bahawa semua perintah itu adalah hanya untuk Allah dan amat tampak sekali secara sempurna bagi para makhluk kesempurnaan pemilikan-Nya dan terputusnya pemilikan para makhluk.

• "Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în" yakni kita tidak menyembah kecuali Allah semata dan kita tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Nya, sehingga kita mengkhususkannya di dalam beribadah dan meminta pertolongan serta meninggalkan selain-Nya. 'Ibadah adalah sebutan yang mencakupi setiap perkataan, perbuatan lahir dan batin yang dicintai Allah dan diredhai-Nya. Sedangkan erti Isti'ânah (minta tolong) adalah berpegang kepada Allah di dalam mendapatkan manfa'at dan menolak hal yang membahayakan disertai kepercayaan terhadap-Nya di dalam mendapatkan hal itu. sedangkan kenapa 'ibadah didahulukan atas Isti'ânah adalah sebagai bentuk perhatian di dalam mendahulukan hak-Nya di atas hak hamba-Nya.

• "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm" yakni tunjukkan dan berilah kami petunjuk serta taufiq. Ash-Shirâth al-Mustaqîm adalah jalan yang jelas dan membawa kepada Allah, yaitu Islam dan jalan orang-orang yang diberi nikmat kepada mereka, yaitu dari kalangan para Nabi, orang-orang yang jujur, syuhada dan orang-orang yang shalih.

• "Ghairil Maghdlûbi 'Alaihim" yaitu orang-orang yang mengenal al-Haq namun meninggalkannya seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan orang-orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya.

• "Waladl Dhâllîn" , yaitu orang-orang Nashrani dan siapa saja yang menyembah Allah dalam keadaan jahil dan sesat.

• "Amîn" , ini tidak termasuk ayat dalam surah al-Fâtihah, maknanya adalah Ya Allah, perkenankanlah. Dianjurkan bagi Imam untuk mengucapkannya, demikian juga dengan Makmum dan orang yang shalat sendirian.

Sekalipun surah ini ringkas namun mengandungi hal yang tidak satu surahpun dari surah-surah di dalam al-Qur'an mengandunginya. Ia mengandungi jenis-jenis tauhid; tauhid Rubûbiyyah, yaitu pada firman-Nya "Rabbil 'Alamîn" ;tauhid Ulûhiyyah, yaitu diambil dari lafazh al-Jalâlah "Allâh" dan dari firman-Nya "Iyyâka Na'budu Wa Iyyâka Nasta'în" ; tauhid Asmâ` dan Shifât , yaitu menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah. Dalam hal ini melalui penetapan pujian terhadap-Nya dan hal lainnya.

G. Kandungan Surah

• Penetapan tiga jenis tauhid.
• Penetapan kenabian, yaitu pada firman-Nya "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm" sebab hal ini tidak mungkin dicapai tanpa adanya risalah (kerasulan).
• Penetapan adanya balasan dan hisab terhadap amal-amal, yaitu pada firman-Nya "Mâliki Yawmid Dîn".
• Bahawa shalat yang tidak dibaca di dalamnya surah al-Fâtihah dianggap kurang (Khidâj).
• Surah ini mengandung doa-doa yang paling sempurna dan paling bermanfa'at bagi seorang hamba, yaitu "Ihdinash Shirâthal Mustaqîm". Oleh kerana itu, seseorang wajib berdoa kepada Allah pada setiap raka'at dari shalatnya kerana dia menghajatkan hal itu.
(SUMBER:Silsilah Manâhij Dawrâh al-'Ulûm asy-Syar'iyyah -at-Tafsîr- karya Dr. Ibrâhim bin Sulaiman al-Huwaimil, h.30-35)
This entry was posted on 3:57 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: