Segalanya Hanya Untuk Allah .
11:07 AM | Author: Ibnu Siddique

Bimillahirrahmanirrahim.

Allahumma Sholli A'la Muhamaad wa a'la aallihi Muhammad.

Assalamualaikum wrt.

Saya sudah diminta untuk merenungkan apa yang sedang saya lakukan setiap saat. Tanggung jawab ini memberikan kehormatan kepada saya. Kehormatan dari Allah,untuk saya membuat pilihan antara syurga dan neraka.Antara pahala dan dosa.Saya harus tahu apa yang saya lakukan dan untuk siapa atau untuk apa saya bergerak, berlari atau bertanya tentang sesuatu.

Saya harus sedar dan sentiasa merenungi. Apa tujuan atau sasaran dari kehidupan saya? Adakah hidup saya sekadar untuk memenuhi ruang kosong di perut saya?adakah keberadaan saya di universiti sekadar utk meraih sehelai kertas yg di beri nama ijazah?adakah makna dari kehidupan saya adalah untuk mencari pekerjaan yang gah,meraih kehidupan yang mewah,rumah yg indah,kereta yang gah,dan isteri yang 'wah'.Tidakkah saya mengimani bahawa dunia ini adalah palsu dan akan lenyap. Semua ini hanya sementara dan karenanya tidak bernilai. Tetapi apa yang saya lakukan untuk Allah swt itu tidak akan berakhir.

Bila saya duduk, maka istirahat saya pun harusnya untuk Allah swt. Saya bergerak atau tidak, semuanya untuk Allah swt. Dan saya harus sentiasa berserah diri pada Allah setelah saya bersegera dan bersungguh-sungguh mengerjakan perintah-Nya.

Tanggung jawab itu dimulai sejak saya terjaga. Hendaklah saya melihat untuk apa dan siapa saya kerjakan dan apa manfaatnya. Bila tidak bermanfaat untuk diri saya sendiri atau untuk orang lain, tinggalkan niat itu, karena saat itu akan mengundang kutukan atas diri saya.

Segalanya hanya untuk Allah swt. Dan semua yang saya lakukan,mestilah untuk Allah SWT. Semua yang menjadi milik Allah swt pastilah untuk Allah swt. Itulah Iman sejati dan saya telah ditawarkan untuk memegang teguh peraturan itu. Karena saya tahu bahwa semuanya untuk Allah swt, maka saya harus melakukan segalanya untuk Allah swt semata. Bila hidup, hiduplah untuk Allah swt, kelak,bila mati,matilah untuk Allah swt, tatkala makan,makanlah kerana Allah. Bila minum, minumlah kerana Allah; bila membangun, lakukanlah untuk Allah SWT.

Kalau bicara, bicaralah saya untuk Allah. Bila menulis, tulislah kerana Allah.Sehingga semuanya akan menjadi ibadah. Bila setiap tindakan dan setiap saat diperuntukkan untuk Allah, maka Allah akan mengusung dan mendukung hamba tersebut. Karena dia hidup untuk Allah dan melakukan semuanya untuk Allah, maka Allah pastilah mendukungnya.


Jika saya menjadi manusia yang diamnya,geraknya,bicaranya, bukan untuk Allah SWT, maka ibaratnya saya bagai daun berguguran dari pohonnya. Tidak lagi bermanfaat bagi pohon induknya. Hanya bagi diri saya sendiri. Tidak pernah mengindahkan Asma’ Allah atau melakukan sesuatu untuk Pencipta saya. Terhimbau oleh dunia. Hidup hanya mengejar materi,materi dan sosialisasi. Tidak pernah memikirkan kehidupan spiritual. Sedangkan,saya harus mengelola kehidupan spiritual selama 24 jam sehari, tetapi saya tidak memikirkannya walaupun hanya 24 detik.

Segalanya untuk Allah dan saya juga untuk Allah, semoga saya lakukan semuanya untuk Allah. Allah melihat niat saya dan bila ditujukan untuk-Nya, saya tidak akan ditinggalkan oleh-Nya dalam genggaman Setan.Sekali-kali Tidak! Saya yakin,bahawa Allah akan menjaga dan mendukung saya. Allah melihat ke dalam hati saya dan bila Dia melihat saya mengabdi pada ego saya atau hasrat fisik saya, Dia akan menghentikan dukungan-Nya. Dia akan melihat apakah saya tetap mengikuti jalan dan perintah-Nya; bila tidak, Dia akan meninggalkan saya sebentar, semoga saya akan kembali pada jalan yang benar.

Bila beramal untuk Allah, maka semua yang di kerjakan akan diberkahi, dihormati dan diterima oleh-Nya. Bila pekerjaan bukan untuk-Nya, maka sia-sialah pekerjaan itu dan saya menghancurkan diri sendiri. Kesukaran yang tidak terhitung akan mengelilingi diri. Saya harus sentiasa memerhatikan selalu pekerjaan saya, apakah benar-benar untuk Allah? Saya harus Perhatikan berapa jam tersedia untuk-Nya, berapa lama dalam seharian saya berhubungan dengan Hadirat Ilahi dan berapa jam saya bersama ego dan nafsu saya.

Bila saya makan, minum, bekerja, shalat, pokoknya setiap waktu hendaklah saya bersama Allah. Ini akan membuat saya kuat, bahagia dan hidup akan terasa manis. Allah menganugerahkan hidup yang sebenar-benar hidup, yang indah dan nyaman bagi orang beriman, bukannya hidup yang sulit dan hambar. Yang demikian itu adalah untuk mereka yang tidak beriman atau mereka yang berbuat ingkar.

Wahai diri..Hiduplah dengan sentiasa menyediakan diri untuk Allah. Matilah untuk Allah. Hanya itu. Biarkan mereka,para penyembah dunia, merenggut seluruh dunia. Mereka hanya ingin hal-hal duniawi, makan dan minum saja. Jangan! Kenikmatan itu datangnya dari Allah dan hati kita menantikan berkah-Nya yang tak terhingga.

Bekerjalah untuk Allah dan taat kepada-Nya, semoga Dia akan menyelubungi saya dengan Cahaya Ilahiah. Setelahnya, saya harus melindungi dan mempertahan kannya. Saya harus mengorbankan hasrat fisik saya agar kekuatan spiritual dengan cepat dan mudah mencapai jiwa saya.

Saya tidak harus dan tidak boleh kehilangan kepercayaan pada Pencipta saya yang berfirman, Akulah penjamin makan dan minum kalian. Dan bila kalian menyediakan diri kalian untuk-Ku, Aku akan memudahkan segalanya untuk kalian. Bila kalian percaya pada-Ku, Aku tidak akan membuat kalian lelah.Saya harus sentiasa yakin dlm hal ini,dan semoga ini akan memberikan rasa puas dalam diri saya. Tak usah ada yang lain. Saya harus persembahkan hidup saya sebagai sebuah penghambaan total,dari sang hamba yang lemah lagi tidak berdaya, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Saya harus hidup untuk Allah dan meyakini bahwa Allah saja lebih dari cukup. Saya harus percaya dan mempercayai Allah dan mencoba untuk menyediakan diri untuk penghambaan kpd Ilahi. Saya harus berpegang pada jalan ini, jalan yang di tunjuki baginda Rasulullah,jalan Al-Quran dan As-Sunnah.

Saya harus mencari kehormatan dari Allah dan bukan dari yang lain.Walaupun saya menginfaqkan sebuah masjid,atau sebuah gedung harta untuk Ummat Islam.tetapi bukan untuk kehormatan Allah dan untuk kehormatan Rasulullah saw,nescaya pasti akan runtuh dan tiada maknanya di sisi Allah. Setiap hari saya harus berbuat sesuatu untuk Allah. Saya harus Ketahui hak-hak-Nya, belajar untuk-Nya dan bukan untuk yang lain.


Dengan izinNya,saya dapat melakukan apa saja, tetapi saya harus berusaha dan terus berusaha melakukannya hanya karena Allah semata. Saya mesti lakukan sesuatu yang akan membuat Allah ridha pada saya. Bila tidak, saya akan tenggelam dalam samudera yang demikian dalam,yang teramat gelap. sehingga tak seorang pun dapat menyelamatkan saya.

Cara hidup saya akan menjadi cara mati saya dan kemudian akan menjadi cara saya dibangkitkan kembali. Hiduplah untuk Allah. Mereka yang mematuhi perkataan Nabi saw berarti mematuhi perintah Allah swt. Hiduplah untuk-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang harus ditakuti.

Saya ingin menyerahkan seluruh hidup saya untuk Islam dan perjuangan Islam saya itu untuk Allah. Bukan untuk Jemaah,nama,pangkat,Negara,dan harta.Jika saya melangkah, biar langkah saya itu untuk Allah. Bila saya mendakwahi manusia kepada Islam. Saya harus memperhatikan ke mana saya menyeru dan apa yang saya cari di balik seruan itu. Apakah saya mencari Allah atau nafsu sendiri? Bila saya hulurkan tangan dan membina seseorang, saya harus perhatikan untuk siapa saya membawa dia,kepada siapa saya menyeru dirinya.Untuk Allah atau untuk kepentingan saya? Atau untuk jemaah saya?

Bila saya berbicara, untuk siapa saya bicara, untuk Allah atau untuk ego saya? Dan bila saya duduk,berfikir,dan berhalaqah untuk siapa? Tidur saya, untuk siapa? makan saya,untuk kekuatan saya atau atas perintah Allah?Saya harus menjadikan setiap saat di setiap hari saya, setiap tarikan nafas saya adalah untuk Allah.

Saya tidak boleh merasa sendirian. Pada setiap tarikan nafas, saya harus sedar,bahawa saya berada bersama siapa.Pada setiap degup jantung saya,saya bersama siapa sesungguhnya? Bukankan Allah,pencipta dan pemilik saya,sgt dekat,bahkan lebih dekat dari urat nadi saya.Semoga saya sentiasa meyakini hal yang demikian ini. Hal yang merupakan peringatan bagi saya. Bila saya tidak lupa, maka setiap saat adalah peribadatan kepada Allah atau suatu pengabdian untuk Hadirat-Nya. Setiap saat, setiap tarikan nafas saya mengabdi, meraih Hadirat-Nya yang suci dan semoga nama saya akan tercatat sebagai hamba Ilahi.

Hidup hanya sekali,dan saya tidak akan pernah sekali-kali menyia-nyiakan hidup saya!


Olahan dari Nasihat seorang Ulama’ kpd anak muridnya.